Jalur Provinsi Banjarnegara Lumpuh karena Longsor

Pengendara itu selamat. Namun Galuh tak mengetahui apakah di belakang kendaraan itu ada pengendara yang melintas.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 09 Januari 2020 | 12:17 WIB
Jalur Provinsi Banjarnegara Lumpuh karena Longsor
Jalur Provinsi Banjarnegara Lumpuh karena Longsor. (ist)

SuaraJawaTengah.id - Hujan ekstrem di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah memicu pergerakan tanah di Desa Slatri Kecamatan Karangkobar. Tebing setinggi sekira 15 meter runtuh hingga menimbun seluruh badan jalan provinsi.

Jalan itu menghubungkan Kabupaten Banjarnegara menuju kecamatan-kecamatan di wilayah atas. Jalur itu sekaligus akses menuju kawasan wisata Dieng via Banjarnegara.

Sekretaris Desa Slatri Galuh Ayu mengatakan, longsor terjadi, Kamis (9/1/2020) sekitar pukul 07.00 Wib. Saat itu, lalu lintas di jalan provinsi cukup padat oleh aktivitas warga maupun siswa ke sekolah. Sebuah mobil yang melintas di jalur itu bahkan nyaris tertimpa longsor jika lajunya terlambat sekian detik.

Pengendara itu selamat. Namun Galuh tak mengetahui apakah di belakang kendaraan itu ada pengendara yang melintas.

Baca Juga:Akan Melahirkan, Warga Korban Longsor Sukajaya Dievakuasi Helikopter TNI AU

"Itu karena kemarin hujan dari siang pukul 12.00 WIB sampai malam," katanya saat dihubungi.

Akibar longsor itu, lalu lintas di jalur provinsi seketika lumpuh. Jalan tak bisa dilalui kendaraan karena tertutup longsor. Padahal jalan provinsi itu merupakan akses utama warga lintas kecamatan. Jalan itu biasa dimanfaatkan warga di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Karangkobar, Wanayasa, Pejawaran, dan Batur atau Dieng untuk mengakses kota Banjarnegara.

Jalan itu sekaligus jalur ekonomi untuk mengangkut hasil pertanian warga seperti salak, sayur, hingga kayu-kayuan. Aktivitas pendidikan pun terganggu karena banyak anak-anak memanfaatkan jalur itu untuk menjangkau sekolah, baik di kecamatan atau kota.

"Itu kan jalur provinsi, jadi ramai,"katanya

Galuh mengatakan, pengendara sepeda motor masih bisa menggunakan jalur alternatif, namun dengan memutar melalui Desa Paweden-Sampang Karangkobar dengan jarak tempuh cukup jauh. Sayangnya jalan itu kurang layak dilalui mobil atau kendaraan besar karena cukup sempit dengan tanjakan ekstrem.

Baca Juga:Sebanyak 34 Gedung Sekolah di Kabupaten Bogor Terdampak Banjir dan Longsor

Kendaraan besar akhirnya memilih mengantre menunggu pembersihan material longsor selesai. Menurut Galuh, pembersihan harus menggunakan alat berat karena besarnya volume material longsor yang sulit diatasi dengan cara manual.

Longsor juga terjadi di titik lain di jalur provinsi itu akibat hujan ekstrem kemarin. Di atas Kecamatan Karangkobar, Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa, tepat di tanjakan Sikelir, tebing sisi jalan juga runtuh hingga menutup badan jalan. Jalur provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan menuju kawasan wisata Dieng ini juga langganan longsor yang terjadi hampir tiap tahun.

Kontributor : Khoirul

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak