Guru Les Sebut Siswi SMP yang Dikeluarkan Susah Cari Sekolah hingga Stres

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Guru Les Sebut Siswi SMP yang Dikeluarkan Susah Cari Sekolah hingga Stres
Ilustrasi siswa siswi SMP.[Suara.com/Arief Hermawan P]

"Semenjak dari UTS peringatan dikeluarkan itu ibunya sampai bawa anak ke psikolog," ungkap guru les AN.

SuaraJawaTengah.id - Siswi SMP IT Nur Hidayah Solo, Jawa tengah, berinisial AN yang dikeluarkan karena dilarang berinteraksi dengan lawan jenis sedang ramai diperbincangkan warganet. Salah satunya mengunggah pengakuan dari guru les AN.

Berdasarkan pengakuan guru les itu, AN dikabarkan sempat kesulitan mencari sekolah baru setelah dikeluarkan hingga mengalami stres.

Pengakuan guru les AN dalam beberapa foto tangkapan layar chat Whatsapp diunggah oleh akun Twitter @makeurma2proud pada Sabtu (11/1/2020).

Sekolah lain ada yang mau menerima AN asal anak itu mau masuk dari kelas VII. Padahal AN adalah siswi kelas VIII.

"Sudah pernah tanya ke salah satu sekolah Islam juga malah suruh ngulang kelas VII, kan kasihan," kata si guru les.

Ia juga mengatakan karena cukup tertekan, AN diperiksakan orang tuanya ke psikolog.

"Minggu kemarin murid saya dan orang tuanya cukup stres. Karena semenjak dari UTS peringatan dikeluarkan itu ibunya sampai bawa anak ke psikolog, dan kalau dilihat sebenarnya hanya kenakalan wajar anak ABG di era teknologi ini saja," ujar guru les AN.

Guru les AN merasa tidak adil atas keputusan sekolah mengeluarkan siswi tersebut.

"Saya merasa sangat janggal dan aneh sekali, selain juga keputusan hanya karena seperti itu padahal poin-poin hukuman yang diberikan ke murid saya ini harusnya juga ke (hampir) semua murid di situ karena semua chat dengan lawan jenis bahkan pacaran dengan lintas sekolah," ungkapnya.

Guru les sebut AN, siswi SMP yang dikeluarkan karena chat ultah sempat susah cari sekolah hingga stres (twitter @makeurma2proud)
Guru les sebut AN, siswi SMP yang dikeluarkan karena chat ultah sempat susah cari sekolah hingga stres (twitter @makeurma2proud)

Ia kemudian memutuskan membawa kasus ini ke pihak-pihak terkait, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, aktivis sosial hingga dosen.

Guru les itu mengatakan, "Kemarin saya diminta Dikbud Solo bawa orang tuanya tapi yang bersangkutan tidak mau".

AN telah diterima di sekolah baru meskipun secara peringkatnya lebih rendah.

Sementara itu guru les yang telah mengajar AN sejak SD ini tetap berniat membicarakan kasus ini ke Dikbud. Ia khawatir pola pengasuhan sekolah-sekolah muslim jadi radikal.

"Bukan tidak terimanya murid saya. Tetapi lebih sekolah-sekolah muslim khususnya biar diberi juga sosialisasi soal peraturan dan pola pengasuhan psikis anak di era sekarang. Takutnya jadi radikal saja," katanya.

Untuk diketahui, Kepala SMP IT Nur Hidayah Zuhdi Yusroni kepada Solopos.com—jaringan Suara.com, membenarkan telah mengeluarkan AN dari sekolahnya.

Alasannya, AN melanggar peraturan sekolah, yakni memunyai hubungan berlebihan dengan murid laki-laki. Zuhdi mengklaim, sejak kelas VII, AN sudah pernah ketahuan berhubungan melalui chat dengan siswa.

Padahal, sejak awal, sekolah sudah menyosialisasikan kepada orang tua maupun anak didik bahwa mereka tidak boleh berhubungan berlebihan dengan lawan jenis.

"Jika melanggar ada sanksi poin. Kalau poin ini terus bertambah dan melampaui batas, siswa bisa dikeluarkan,” kata Zuhdi, Jumat (10/1/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS