Ramaikan Destinasi Wisata Karimunjawa, Menhub Kembangkan Bandara Dewadaru

Chandra Iswinarno
Ramaikan Destinasi Wisata Karimunjawa, Menhub Kembangkan Bandara Dewadaru
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara Dewadaru di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Minggu (12/1/2020). [Antara]

Selain menambah kapasitas, Budi mengatakan, membuka kesempatan untuk adanya penambahan rute baru menuju Pulau Karimunjawa.

SuaraJawaTengah.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana akan memanjangkan landasan pacu Bandara Dewadaru di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara. Langkah tersebut diharapkan bisa menambah rute perjalanan ke destinasi wisata di pulau tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau Bandara Dewadaru, Pulau Karimunjawa pada Minggu (12/1/2020). Dia mengatakan, landasan pacu yang semulai sepanjang 1.400 meter tersebut akan dipanjangkan menjadi 1.700 meter. Dengan perpanjangan landasan pacu tersebut, diharapkan pesawat baling-baling sejenis ATR-72 bisa mendarat dengan kapasitas penuh.

"Nanti pada saat bandara ini runwaynya 1.600 meter kita akan tingkatkan pergerakan dari pesawat-pesawat terutama dari Semarang," katanya seperti dilansir Antara.

Dikemukakannya, dengan panjang landasan pacu yang ada saat ini, yaitu 1.200 meter, pesawat ATR-72 dari maskapai Wings Air tidak dapat mengangkut penumpang dengan kapasitas maksimal demi pemenuhan aspek keselamatan. Karena itu, saat ini hanya maskapai Wings Air yang melayani secara reguler tiga kali dalam seminggu dengan tingkat keterisian penumpangnya sudah 100 persen.

Selain menambah kapasitas, Budi mengatakan, membuka kesempatan untuk adanya penambahan rute baru menuju Pulau Karimunjawa.

"Misalnya bisa dari Bandara Kulonprogo ke Karimunjawa. Ini akan jadi kombinasi pariwisata yang baik dengan Borobudur,” katanya.

"Karena kalau dia mau di satu tempat Candi Borobudur bisa kombinasi ke sini," ungkap Menhub.

Saat ini, Bandara Dewadaru memiliki landasan pacu berukuran 1.200 x 30 meter yang secara fisik bandara ini telah memiliki landasan pacu 1.400 x 30 meter dan kekinian masih menunggu verifikasi.

Sedangkan untuk taxiway berukuran 62 x 15 meter, serta apron berukuran 91 x 50 meter yang dapat melayani pesawat sejenis ATR-72. Luas terminal penumpang Bandara Dewadaru saat ini baru 220 meter persegi.

Terkait perluasan terminal Bandara Dewadaru diperlukan anggaran Rp 20-30 miliar, sedangkan untuk terminal pihaknya akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 30-40 miliar.

"Perluasan terminal itu alokasi dari Kemenhub, sedangkan (kebutuhan) tanah dari pemda tingkat 1 dan pemda tingkat 2," ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut untuk pengerjaan perpanjangan landasan pacu dan pembangunan gedung terminal akan diusulkan dalam anggaran 2021. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS