Imbas Virus Corona, Harga Bawang Putih di Kota Semarang Naik 100 Persen

Chandra Iswinarno
Imbas Virus Corona, Harga Bawang Putih di Kota Semarang Naik 100 Persen
Pedagang bawang putih di Pasar Johar Kota Semarang Jawa Tengah. [Suara.com/Dafi Yusuf]

Seorang pedagang bawang putih Nagiman (50) mengatakan, selama ini China merupakan satu-satunya negara pengimpor bawang putih.

SuaraJawaTengah.id - Harga bawang putih di Pasar Johar yang merupakan pasar induk di Kota Semarang naik signifikan, sejak merebaknya wabah Virus Corona di China.

Sudah sepekan terakhir, harga bawang putih yang awalnya hanya Rp 30 ribu per kilogram, kini tembus hingga Rp 60 ribu per kilogram. Hal tersebut terjadi karena kelangkaan bawang putih di beberapa pasar yang ada di Kota Semarang.

Seorang pedagang bawang putih Nagiman (50) mengatakan, selama ini China merupakan satu-satunya negara pengimpor bawang putih. Sejak merebaknya wabah Virus Corona, impor bawang putih dari China dihentikan.

"Iya China kan satu-satunya negara pengimpor bawang putih. sejak ada kelangkaan harga bawang putih mengalami kenaikan," katanya saat ditemui Suara.com pada Selasa (4/2/2020).

Biasanya dalam sepekan bisa mendapat bawang putih hingga satu kontainer yang mencapai 12 ton, namun sejak adanya Virus Corona hanya mendapatkan bawang putih satu truk atau 4 ton.

"Perbedaannya sangat jauh. Biasanya bisa mendapatkan satu kontainer berisi 12 ton bawang putih. Sekarang hanya mampu satu truk saja," katanya.

Sebagai salah satu pengepul terbesar di Pasar Johar, bawang putih yang didapatnya diambil beberapa pasar yang ada di daerah seperti pasar Kendal, Demak, Karanganyu, Bulu, Peterongan dan Jatingaleh.

"Kalau di sini harganya naik, pasti di pasar-pasar yang lain juga ikut naik. Kita kan salah satu pengepul terbesar. Saya sekarang per kilogramnya bawang putih dijual Rp 50 ribu. Di pasar-pasar yang lain mungkin bisa lebih tinggi," paparnya.

Sementara itu, penjual bawang putih Pasar Karangayu, Waginah mengatakan hal yang sama. Semenjak adanya virus corona harga bawang putih melonjak. Biasanya, ia jual bawang putih sebesar Rp 30 ribu sekarang naik hingga Rp 55 ribu.

"Sekarang kalau di saya harga bawang putih jadi Rp 55 ribu. Biasanya saya jual Rp 30 rabu namun karena di pasar induk naik ya kita mau tidak mau harus naikan harga juga biar bisa untung," katanya.

Walau harga naik, pembeli bawang putih masi sama ramainya. Perbedaannya mereka mengurangi kapasitas pembeliannya karena harga bawang putih yang mahal. Menurutnya, pembeli masih tetap ramai karena bawang putih merupakan kebutuhan pokok untuk memasak.

"Biasanya kalau beli itu rata-rata satu ton sekarang cuma sepertiganya saja," katanya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah memberikan solusi. Bagaimanapun bawang putih merupakan kebutuhan pokok untuk memasak. Untuk itu tingginy harga bawang putih diharapkannya bisa turun secepatnya.

"Bawang putih merupakan kebutuhan pokok. Kalau tidak ada bawang putih kurang lezat makanannya. Sekarang karena harga mahal, keuntungan saya sebagai pedagang juga ikut turun. Saya berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi."

Kontributor : Dafi Yusuf

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS