Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Solo, Ini Kata Wali Kota

Solo minta diberikan kewenangan periksa pasien terduga terinfeksi virus corona.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 13 Maret 2020 | 16:09 WIB
Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Solo, Ini Kata Wali Kota
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. [Suara.com/Ari Purnomo]

SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta daerah diberi kewenangan untuk melakukan pemeriksaan swab virus corona. Sebab hasil tes spesimen pasien suspect corona, seperti pasien di Solo, terlalu lama jika harus dikirim ke Jakarta.

Rudy juga meminta pemerintah pusat menyusun acuan atau protokol penanganan pandemi virus corona untuk daerah. Hal itu dilakukan agar kepala daerah bisa mengambil langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

"Ke Jakarta butuh waktu minimal tiga hari. Korea itu hasilnya [tes swab] juga tiga hari," kata Rudy kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Korea yang dimaksud Rudy adalah kasus wanita berinisial EJ, 57, warga negara Korea Selatan yang sempat diambil sampe air liurnya dengan metode swab. EJ akhirnya ditemukan tewas tergantung di kamar mandi salah satu hotel di Solo lantaran depresi merasa terinfeksi virus corona, Minggu (23/2/2020). Padahal hasil pemeriksaan menunjukkan EJ negatif virus corona.

Baca Juga:Virus Corona, Singapura Tutup Seluruh Masjid dan Tiadakan Salat Jumat

"Tapi upaya preventif tetap dilakukan, salah satunya tracking itu. Kalau kami diberi kewenangan cek laboratorium sendiri, tidak akan menimbulkan keresahan karena hasilnya tidak terlalu lama. Alatnya seperti apa tinggal disiapkan, biar segera saja penanganannya,” katanya lagi.

Saat ini, Rudy telah mengajukan dana kedaruratan bencana untuk penanganan virus tersebut. Ia juga tengah menimbang pembatalan sejumlah agenda yang mendatangkan massa besar.

Kendati begitu, pembatasan kedatangan tamu dari luar negeri atau luar kota merupakan kebijakan pemerintah pusat.

“Kalau pembatalan atau penundaan itu memang perlu, ya, akan dilakukan. Apalagi kami juga punya agenda besar, pada Maret, April ini dan seterusnya," ucap Rudy.

"Ini lebih baik untuk mencegah. Seperti di Italia, kampus, sekolah, dan kantor diliburkan untuk mencegah penyebaran. Itu boleh dan tentu mereka paham bagaimana dan kenapa harus dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga:Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Solo, Ganjar: Warga Jangan Panik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak