Tukang Becak Meninggal di Emperan Toko, Diduga Kelaparan di Tengah Pandemi

Dany Garjito
Tukang Becak Meninggal di Emperan Toko, Diduga Kelaparan di Tengah Pandemi
Ilustrasi becak. (Sumber: Shutterstock)

Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada jasad tukang becak.

SuaraJawaTengah.id - Tukang becak meninggal di emperan toko di Jalan Gerilya, Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 09.40 WIB. Jasad tukang becak ditemukan oleh satpam bernama Akhmad Supriyono (37).

Usai menemukan jasad tukang becak, Supriyono melapor ke kantor polisi terdekat.

Usut punya usut, jasad yang ditemukan Supriyono merupakan SW (66) tukang becak yang merupakan warga Jalan Pramuka RT 02/4 Kelurahan Purwokerto Kulin, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Petugas pun langsung menghubungi pihak keluarga. Setelah dicek, pihak keluarga pun membenarkan bahwa yang meninggal adalah SW.

Pihak keluarga menjelaskan bahwa SW kesehariannya bekerja sebagai pengayuh becak.

Diberitakan Terkini.id -- jaringan Suara.com, Senin (11/5/2020), Tim Inafis Polresta Banyumas, Heriana, dan dokter dari Puskesmas Purwokerto Selatan yang memeriksa jenazah SW mengaku tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan yang lain. Muncul dugaan, tukang becak ini meninggal dunia karena sakit dan kelaparan.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah tukang becak tersebut dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Hal tersebut bertujuan sebagai langkah antisipasi kemungkinan korban terpapar Covid-19.

Jenazah tukang becak kemudian dibawa ke RSUD Margono Soekardjo Purwokerto untuk disucikan dan dikafani sebelum dimakamkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS