facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Modal Rayuan Boneka Beruang Pink, Guru Olahraga Perkosa Gadis SMP

Pebriansyah Ariefana Selasa, 23 Juni 2020 | 16:05 WIB

Modal Rayuan Boneka Beruang Pink, Guru Olahraga Perkosa Gadis SMP
Seorang guru olahraga memperkosa muridnya sendiri yang masih duduk di bangku SMP. (Solopos)

Dia bekerja sebagai guru olahraga di salah satu SMP swasta di Karanganyar.

SuaraJawaTengah.id - Seorang guru olahraga memperkosa muridnya sendiri yang masih duduk di bangku SMP. Gadis SMP itu diperkosa sampai hamil.

Aksi bejat pelaku dilakukan selama setahun terakhir dengan alasan saling menyukai. Kini guru SMP itu harus sudah ditangkap dan dipenjara di Kepolisian Karanganyar. Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menuturkan unit PPA Satuan Reskrim Polres Karanganyar menangkap pelaku pada Kamis (18/6/2020) di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar.

Guru yang cabuli murid SMP di Karanganyar itu berinisial K, 60, warga Kabupaten Sragen. Dia bekerja sebagai guru olahraga di salah satu SMP swasta di Karanganyar.

Selain guru olahraga, K mengaku menjadi asisten pelatih tinju.

Dia bertemu dan dekat dengan korban, ER, 15, saat di sekolah. Pelaku mengaku menjalin hubungan layaknya kekasih dengan korban yang saat itu duduk di bangku kelas VIII SMP. ER lulus sekolah pada 2019 lalu.

Baca Juga: Berkenalan di Medsos, Mad Cabuli Gadis SMP Hingga Melahirkan Anak Perempuan

ER juga mengikuti latihan tinju tempat K menjadi asisten pelatih. K sering menjemput ER saat hendak berlatih tinju di salah satu gedung olahraga di Kabupaten Sragen. Mereka berlatih setiap Rabu dan Sabtu.

Lelaki yang bekerja sebagai guru selama 30 tahun itu diduga menyalahgunakan kepercayaan orang tua ER. Dia menggunakan alasan menjemput korban ke rumah dan mengantar ke lokasi latihan.

Tetapi guru SMP di Karanganyar tersebut justru men-cabuli murid-nya di Alas Karet Kerjo. Perbuatan itu sudah dilakukan berulang kali selama satu tahun. Kali terakhir pada Maret 2020.

Kepada penyidik unit PPA Satreskrim Polres Karanganyar, K mengakui perbuatan tersebut dan mengklaim dilakukan tanpa paksaan.

"Jadi tidak setiap hari latihan tinju. Kadang saya ajak ke sana [hutan karet]. Saya tertarik karena sering ketemu dan bareng. Saya bujuk dia. Saya kasih boneka karena dia minta dibelikan boneka," tutur K saat ditanyai Kapolres, Senin (22/6/2020) kemarin.

Baca Juga: Motif Pemuda 21 Tahun Bunuh Gadis SMP di Jambi Lalu Buang Mayatnya ke Parit

Kapolres menggelar jumpa pers perihal kasus pencabulan tersebut di Mapolres Karanganyar pada Senin. Kapolres menjelaskan polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni obat nyamuk oles, bekas banner yang sering digunakan pelaku sebagai alas saat mencabuli korban di alas karet, pakaian, serta boneka beruang warna merah jambu. Polisi melengkapi barang bukti berupa visum et repertum dan identitas korban.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait