Ramai Manusia, Wali Kota Solo Ancam Tutup Taman Jaya Wijaya: Bukan Arogan

Taman itu masuk ke zona merah.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:33 WIB
Ramai Manusia, Wali Kota Solo Ancam Tutup Taman Jaya Wijaya: Bukan Arogan
Taman Jaya Wijaya. (Solopos)

SuaraJawaTengah.id - Taman Jaya Wijaya di Mojosongo, Solo akan ditutup. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan ancaman penutupan itu menyusul ramainya lokasi itu saat pagi dan malam hari.

Penutupan Taman Jaya Wijaya menjadi solusi akhir apabila pengunjung tempat terbuka itu nekat mengabaikan protokol kesehatan. Kelurahan Mojosongo yang menjadi lokasi taman itu menjadi salah satu zona merah di Kota Bengawan.

Untuk diketahui hingga Senin (13/7/2020), tercatat ada 11 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo dengan perincian seorang meninggal dunia, 5 orang masih dirawat inap, dan 5 orang lainnya sembuh. Kasus di Kelurahan Mojosongo menjadi yang terbanyak kedua setelah Kelurahan Jebres.

“Bukan berarti Pemkot arogan. Kami ini sayang dengan masyarakat. Begitu berkerumun langsung kami swab mendadak. Sudah diberi tempat duduk yang ada gambarnya masih bergerombol, terus tidak pakai masker. Taman Jaya Wijaya kalau perlu ditutup dulu,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga:Tak Cuma Tutup di Surabaya, RRI Lockdown Kantor di Solo dan Makassar

Sebelumnya, Lurah Mojosongo, Winarto, mengirim nota dinas kepada Wali Kota berisi permohonan penutupan Taman Jaya Wijaya dari pedagang dan pengunjung.

Nota yang dikirim pada 13 Juli tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Camat Jebres.

“Kami mohon petunjuk dan arahan untuk menertibkan pedagang dan pengunjung Jaya Wijaya. Dalam kondisi sekarang ini dengan skala besar ramai sekali, terutama pagi dan malam hari. Sehingga terhindar dari kerumunan warga yang tidak memenuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19,” kata Winarto, dalam nota dinasnya.

Camat Jebres, Sulistiarini, mengatakan permohonan penutupan taman itu merupakan akibat dari banyaknya warga yang membandel.

Sejumlah petugas perlindungan masyarakat (linmas) rutin diterjunkan guna berpatroli untuk mengingatkan warga. Namun, mereka tetap berkerumun di taman itu dan mengabaikan protokol kesehatan.

Baca Juga:BANDEL! Pedagang Pasar Harjodaksin Tetap Jualan Meski Ditutup karena Corona

“Pengelolaan Taman Jaya Wijaya masih di bawah DLH, sehingga surat itu juga ditembuskan ke sana,” kata dia, kepada solopos.com, Selasa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini