"Belajar terus lewat gawai susah, jadi senang rasanya bisa kegiatan seperti ini," tuturnya.
Senada dengan Ari, Wili Raihan Esa Saputra (10), siswa kelas 5 SD N Karanglo mengatakan tidak ada kesulitan yang berarti dalam pembuatan wayang klaras.
Ia juga baru pertama kali membuat mainan tradisional.
"Baru pernah buat kayagimi, tidak susah karena diajarin. Senang mainan kaya gini karena sehari-hari saya biasanya di rumah. Belajar mata pelajaran pakai gawai punya mama," pungkasnya.
Baca Juga:Terus Bertambah, Anggota DPRD Banyumas Positif Covid-19 Jadi 5 Orang
Kontributor : Anang Firmansyah