Waduh! Ditengah Pandemi COVID-19, Warga Batang Nekat Gelar Sedekah Laut

Kegiatan sedekah laut sudah menjadi tradisi, namun disaat pandemi COVID-19 seharusnya mempertimbangkan protokol kesehatan, mengingat penularan virus ini semakin meluas

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 03 September 2020 | 17:55 WIB
Waduh! Ditengah Pandemi COVID-19, Warga Batang Nekat Gelar Sedekah Laut
Kapal nelayan Larungan sesaji Kapala kerbau oleh masyarakat nelayan Batang di buang ditengah laut sebagai wujud rasa syukur. (Ayosemarang/Muslihun)

SuaraJawaTengah.id - Ditengah pandemi COVID-19, masyarakat pesisir utara Batang nekat menggelar tradisi sedekah laut. Sehingga masyarakat akhirnya melanggar protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker, dan menjaga jarak. 

Tradisi sedekah laut atau yang dikenal dengan nyadran oleh masyarakat nelayan merupakan tradisi selalu dilakukan oleh masyarakat pesisir laut jawa tersebut. 

Ketua Hinpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo mengaku, tradisi sedekah laut kali ini di luar kebiasaan. Disamping lagi pandemi Covid-19, persiapan perencanaan hanya mempunyai waktu 5 hari. 

"Terlaksana tradisi nyadran atas desakan masyarakat nelayan, sedianya memang tidak ada kegiatan seremonial. Tapi hanya ritual larung sesaji kepala kerbau ke tengah laut," kata Teguh dilansir dari Ayosemarang.com, Kamis (3/9/2020). 

Baca Juga:Tanggapi Ucapan Fachrul Razi, Zara: Good Looking Gimana?

Menurut teguh, Pemerintah daerah sebenarnya meminta tradisi nyadran selamatan masyarakat nelayan untuk ditunda. Sebab tradisi tersebut bisa mengundang banyak masa. 

"Pelaksanaan memang sederhana, tapi tetep aja pengunjung membludak, karena selama 6 bulan terakir ini mereka haus akan hiburan," terangnya  

Diketahui, tujuan dari sedekah laut yaitu wujud syukur dan agar para nelayan diberi kemudahan menangkap hasil laut. Teguh mengaku, masyarakat nelayan dalam aktivitas mencari ikan di laut selama ini tidak ada kendala, karena ada kemudahan regulasi. 

"Kendalanya sekarang hasil tangkapan ikanya banyak tapi pemasaranya yang sulit karena pabrik olahan ikan pada tutup karena pandemi," jelasnya. 

Sementara itu, tokoh masyarakat pesisir Batang Karbukti menambahkan, kegiatan nelayan untuk sedekah laut di bulan Muharam memang sudah menjadi tradisi turun temurun.  

Baca Juga:Cegah Covid-19 di Papua, Mahasiswa UMM Lakukan ECITA (Edukasi Cuci Tangan)

"Karena nyadran itu tradisi turun temurun yang obesensinya wujud rasa syukur maka tetap kita laksanakan secara sederhana dengan doa bersama dan larung sesaji, untuk orkes dangdut dan wayangan kita tiadakan," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak