Brittany mengaku telah banyak mencari informasi mengenai orang-orang yang mengobati diri sendiri dengan sengatan lebah. Ia tahu, terapi itu tidak sah secara medis.
Tetapi ia tetap yakin melakukannya larena mendapat dukungan dari dokternya dan telah mendapatkan ribuan orang yang berhasil melakukan BVT.
"Sengatannya bukanlah rasa sakit yang buruk. Tetapi ada hari-hari di mana itu masih sangat menyakitkan. Tetapi dibandingkan dengan penderitaan yang saya dapatkan dari penyakit Lyme, itu bukan apa-apa, itu adalah bagian dari rutinitas normal saya sekarang dan berhasil," ujarnya.
Penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri yang ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi.
Baca Juga:Negara Ini Manfaatkan Suara Lebah Jadi Metode Relaksasi, Berani Coba?
Gejala yang paling umum terjadi biasanya demam, sakit kepala, kelelahan, dan ruam kulit.
Bagi Brittany, penyakit tersebut menyebabkan dia menderita kelelahan kronis, depresi dan peradangan.
Ia telah mengikuti nasihat para dokter untuk memulai dan mencoba mengobati penyakit itu dengan obat-obatan, tetapi dengan cepat mencari pengobatan di tempat lain setelah merasa tidak ada kemajuan.
Brittany telah mengobati dirinya sendiri dengan sengatan lebah selama 12 bulan.
Dia mulai dengan satu sengatan sehari dan selama empat bulan telah mencapai hingga 10 sengatan lebah setiap hari.
Baca Juga:KAMI Rilis Koleksi Kerudung Bernuansa Lebah, Bagaimana Wujudnya?
Setelah merasakan hasilnya dalam tahun pertama, Brittany bermaksud untuk melanjutkan 30 sengatan dalam sati minggu selama dua tahun lagi dalam upaya untuk menyelesaikan gejala kompleksnya sepenuhnya.