Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lokasi Kuburan Massal Korban 65 Terbanyak di Jateng

Budi Arista Romadhoni Rabu, 30 September 2020 | 18:25 WIB

Lokasi Kuburan Massal Korban 65 Terbanyak di Jateng
Kuburan massal korban G30S PKI di Hutan Plumbon Kota Semarang (Suara.com/Dafi Yusuf) 

Pemakaman para korban tragedi 1965, Jawa Tengah menjadi lokasi terbanyak

SuaraJawaTengah.id - Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65-66, Bejo Untung, mengenang peristiwa penolakan pemakaman kembali korban tragedi 1965 di Desa Kaloran, Temanggung.

Pada 25 Maret 2001, puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Ukhuwah Islamiyah Temanggung, mengepung rumah Irawan Mangunkusama salah seorang sesepuh YPKP.

Mereka menolak rencana pemakaman belasan kerangka tak dikenal yang diduga korban ’65 di wilayah Desa Kaloran. Kerangka ini hasil penggalian di lokasi yang diduga kuburan massal korban ’65 di Hutan Dempes, Wonosobo.

Penggalian dilakukan 16-18 November 2000 dan 19 Januari 2001 oleh tim forensik Universitas Indonesia di bawah pimpinan dr Handoko. Lokasi ini ditemukan dari keterangan saksi yang mengaku mengetahui tempat pembunuhan para korban.  

Hasilnya 26 kerangka berhasil ditemukan. Sebagian dikenali dari ciri-ciri fisik dan temuan sejumlah benda yang menjelaskan identitas korban.

Sebagian lagi tidak dikenali karena tanpa identitas dan kondisi kerangka yang sudah rusak.

Jenazah yang berhasil dikenali, dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Kerangka tak dikenal sempat disimpan di RS dr Sardjito Yogyakarta untuk rencananya dimakamkan di tanah wakaf milik Irawan di Desa Kaloran.

Kabar ini ternyata diketahui massa yang mengatasnamakan Forum Ukhuwah Islamiyah Temanggung. Mereka menolak daerahnya dijadikan tempat pemakaman bekas anggota Partai Komunis Indonesia.

Massa kemudian memblokade jalan masuk desa. Mereka menghadang ambulance yang membawa kerangka dan mengancam akan membakarnya.

“Sekretaris YPKP, Suharno yang memimpin rombongan bahkan diancam akan ikut dibakar. Dikawal polisi, Suharno akhirnya bisa keluar dan kerangka ini kita bawa ke Jakarta dan kita amankan di suatu tempat,” kata Bejo Untung saat dihubungi SuaraJawaTengah.id, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait