alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pembunuhan Sudah Direncanakan, Eko Habisi Nyawa Yulia Dalam Keadaan Waras

Budi Arista Romadhoni Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:58 WIB

Pembunuhan Sudah Direncanakan, Eko Habisi Nyawa Yulia Dalam Keadaan Waras
Pembunuh saudara Presiden Jokowi, Eko Prasetyo (30) (Solopos.com)

Hasil tes kejiwaan Eko Prasetyo pembunuh kerabat Presiden Jokowi dipastikan tidak ada gangguan kejiwaan atau dalam keadaan waras

SuaraJawaTengah.id - Polisi memastikan Eko Prasetyo, 30, pembunuh Yulia, 42, warga Pasar Kliwon, Kota Solo tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Tersangka secara sadar membunuh Yulia tanpa pengaruh alkohol. Aksi pembunuhan dilakukan Eko di kandang ayam miliknya pada Selasa (20/10/2020) malam.

Fakta tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan kejiwaan Eko Prasetyo dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Sukoharjo yang telah diterima polisi.

"Eko sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Ir Soekarno. Hasilnya telah kami terima bahwa tersangka sehat dan tidak ada indikasi mengalami gangguan kejiwaan," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dilansir dari Solopos.com Selasa (27/10/2020).

Eko menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Ir Soekarno sekitar pukul 10.00 WIB. Eko dikawal ketat aparat kepolisian saat menjalani pemeriksaan kejiwaan tersebut.

Setelah Turun dari mobil polisi, Eko menuju ruang pemeriksaan menggunakan kursi roda. Pria pembunuh Yulia ini menjalani pemeriksaan kejiwaan kurang lebih satu jam. Menurut Kapolres, tersangka secara sadar tanpa pengaruh alkohol saat menghabisi Yulia.

Saat ditanya terkait kabar tersangka pernah terjerat kasus kriminal di Jakarta, Kapolres mengatakan masih melakukan penyelidikan.

"Terkait kabar itu kita masih dalami," katanya.

Namun demikian, Kapolres menyatakan tersangka Eko baru kali pertama melakukan pembunuhan. Tindakan pelaku dipicu motif ingin menguasai harta korban. Sebab selain terlilit utang Rp145 juta kepada korban, tersangka juga memiliki utang ke pihak lain.

"Jadi tersangka murni ingin menguasai harta korban," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait