alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Denny Siregar Ucapkan Ini, Usai Tahu Pengajian Felix Siauw di UGM Batal

Eko Faizin Kamis, 29 Oktober 2020 | 10:44 WIB

Denny Siregar Ucapkan Ini, Usai Tahu Pengajian Felix Siauw di UGM Batal
Penulis dan pegiat media sosial,Denny Siregar (instagram/@dennysirregar)

Pengajian tersebut terbuka untuk umum, acara ini sedianya akan diselenggarakan Kamis (29/10/2020).

SuaraJawaTengah.id - Acara pengajian dengan narasumber Felix Siauw menuai kontroversi. Hal itu tejadi setelah beredar poster sebuah acara kajian yang diselenggarakan oleh Departemen Obstetri dan Ginekologi FKKMK UGM.

Dalam poster, Departemen Obsteri dan Ginekologi FKKMK UGM mempersembahkan pengajian dengan judul Muhammad Al Fattih teladan dalam kepemimpinan.

Pengajian tersebut terbuka untuk umum, acara ini sedianya akan diselenggarakan Kamis (29/10/2020). Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan bahwa acara tersebut sudah dibatalkan.

Namun, pihaknya belum menyampaikan lebih lanjut apa alasan dari acara yang akan disiarkan secara daring melalui Instagram @kajianppds tersebut gagal terselenggara.

"Sudah dibatalkan," terang Iva melalui pesan singkat.

Poster pengajian dengan narasumber Felix Xiauw di UGM. - (Twitter/@tolakbigotnkri)
Poster pengajian dengan narasumber Felix Xiauw di UGM. - (Twitter/@tolakbigotnkri)

Sebelumnya, akun Twitter @Dennysiregar7 memberikan tanggapan mengenai acara yang sudah dibatalkan tersebut. Denny mengucapkan terima kasih kepada UGM yang sudah membatalkan acara tersebut.

"Makasih UGM, acara sudah dibatalkan. Gak pantas orang-orang pintar di UGM dapat ceramah dari model seperti ini," cuit Denny Siregar.

Menurut Denny tidak pantas bagi insan-insan cerdas di UGM untuk menerima ceramah dari orang seperti Felix Siauw. Gencar membicarakan mengenai khilafah, tokoh mualaf tersebut banyak disebut radikal lantaran dinilai mengancam nasionalisme Indonesia.

Hal serupa dilakukan juga oleh akun @tolakbigotnkri. Akun tersebut melayangkan protesnya kepada UGM melalui cuitan di Twitter Senin (26/10/2020).

Ia mempertanyakan apakah Indonesia kekurangan ulama yang moderat dan progresif sehingga harus mengundang Felix Siauw sebagai sosok yang dinilai radikal.

Komentar

Berita Terkait