Jokowi Sebut 30 Juta Orang Bakal Jadi Pengangguran di Pertemuan KTT ASEAN

Jokowi menyebut, lebih dari 30 juta orang di ASEAN bakal kehilangan pekerjaannya imbas krisis hebat yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19.

Iwan Supriyatna | Ummi Hadyah Saleh
Sabtu, 14 November 2020 | 11:34 WIB
Jokowi Sebut 30 Juta Orang Bakal Jadi Pengangguran di Pertemuan KTT ASEAN
Tangkapan layar Presiden Jokowi di Istana Negara via YouTube. [Sekretariat Presiden/YouTube]

Untuk yang ketiga, Jokowi mengatakan penguatan sinergi untuk menciptakan ekosistem digital yang kondusif di kawasan.

"Kita harus bekerja sama untuk mengeliminasi hambatan perdagangan digital; membangun kepastian hukum; penyederhanaan prosedur dan sistem perizinan; membangun regulasi sinergi perdagangan digital, e-commerce, dan konektivitas digital; serta memperkuat kemitraan antara pemerintah dan swasta (PPP) untuk memperkuat konektivitas digital," kata Jokowi.

Sinergi tersebut harus bersifat inklusif, tidak ada satupun yang boleh tertinggal.

"Itulah prasyarat jika kita ingin menjadikan kawasan ASEAN sebagai pemenang dalam era transformasi digital ini. No one is left behind," ucap Jokowi.

Baca Juga:Jokowi Janji Hilangkan Kategori Masyarakat Sangat Miskin di 2024

Untuk diketahui, acara tersebut diselenggarakan Pemerintah Vietnam dan KADIN Vietnam dalam rangkaian KTT ke-37 ASEAN.

Hadir dalam acara itu lebih dari 350 orang peserta yang berasal dari kalangan pemimpin dunia usaha, perwakilan pemerintah dan organisasi internasional, baik di tempat acara maupun secara daring.

Selain Jokowi, beberapa kepala negara lain tampil sebagai pembicara dalam acara ini antara lain Perdana Menteri Vietnam, Malaysia, Australia, Thailand, dan Premier RRT.

ABIS merupakan forum bisnis dan investasi tahunan yang diselenggarakan oleh ASEAN Business Advisory Council (ABAC), dengan mengundang Kepala Negara ASEAN, mitra, think-tank, scholars, dan para CEO dari berbagai sektor usaha.

Pertemuan secara umum membahas isu-isu global dalam rangka mencari solusi terhadap tantangan dunia terutama yang mempengaruhi dunia usaha saat ini.

Baca Juga:Habib Rizieq Pulang, Masalah UU Ciptaker Beralih ke Isu Islam Vs Negara

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini