Kedua, sekolah juga perlu menyiapkan aturan dan Sumber Daya Manusia yang siap. Selain proses screening dan penerapan protokol kesehatan yang ketat dari mulai suhu tubuh hingga menerapkan 3M, sekolah juga perlu mengatur jumlah siswa yang akan masuk di dalam kelas.
"Kapasitas bisa dikurangi hingga 25 persen saja yang bisa belajar di kelas, hal ini penting untuk menjaga jarak bagi setiap anak di kelas."
Ketiga, guru juga harus berperan aktif sebagai petugas kesehatan yang sigap. Selain itu, pihak sekolah juga bisa maksimalkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), isi stok obat-obatan generik, bahkan jika perlu siapkan petugas medis seperti dokter yang bertugas di sekolah.
"Namun, setiap sekolah pasti memiliki kapasitas yang berbeda. Maka dari itu, pemanfaatan layanan telemedicine untuk berkonsultasi dengan dokter serta layanan apotek digital dapat menjadi alternatif solusi bagi sekolah," tambahnya.
Baca Juga:Anak Akan Sekolah Tatap Muka, IDAI Minta Orangtua Pertimbangkan Ini
Selain itu, untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, penting bagi orangtua untuk memerhatikan dan menjaga sistem imun agar anak-anak tidak rentan terkena paparan virus.
Menjaga sistem imun bisa didapatkan dengan mengonsumsi multivitamin untuk menjaga sistem imun tubuh yang mengandung antioksidan tinggi.
Tidak hanya itu, kegiatan belajar juga memerlukan asupan baik bagi kesehatan otak dan saraf anak-anak agar terhindar dari paparan radikal bebas, serta bantu menjaga pembentukan dan fungsi otak sehingga dapat meningkatkan performa belajar pada anak.