Duh! 30 Persen Pemilih Pilkada Pemalang Golput

Meski masih banyak yang golput, angka partisipan di Pemalang mulai ada peningkatan, yaitu mencapa 70%

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 11 Desember 2020 | 14:36 WIB
Duh! 30 Persen Pemilih Pilkada Pemalang Golput
Sejumlah pemilih mencoblos di salah satu TPS pilkada Kabupaten Pemalang, Rabu (9/12/2020). Jumlah KPPS di puluhan TPS kurang dari tujuh orang‎ karena ada yang reaktif dan positif Covid-19. (Suara.com/F Firdaus)

SuaraJawaTengah.id - ‎Angka partisipasi pemilih di pilkada Kabupaten Pemalang tak mencapai target Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sekitar 30 persen pemilih golput.

Anggota KPU Pemalang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan Sumber Daya Manusia, Agus Setiyanto mengatakan, ‎angka partisipasi pemilih pada pilkada yang digelar Rabu (9/12/2020) berkisar 60 hingga 70 persen.

"Angka ini berdasarkan data sementara yang kami kumpulkan dari TPS. Saat ini masih dalam proses rekapitulasi,“ kata Agus, Jumat (11/12/2020).

Diakui Agus, angka tersebut di bawah target partisipasi pemilih yang ditetapkan KPU RI pada pilkada serentak 2020 yakni sebesar 77,5 persen. 

Baca Juga:Polisi Klaim Pilkada di Jateng Tak Ada yang Melanggar Protokol Kesehatan

"Kalau dari target partisipasi pemilih yang ditentukan KPU RI, kami masih kurang jauh, tapi ada peningkatan dari pilkada-pilkada sebelumnya," ujarnya.

Pada pilkada 2015, ujar Agus, angka partisipasi pemilih sebesar 59 persen. Sedangkan pada pilkada 2010, angka partisipasi bahkan lebih rendah, yakni 56 persen.

"Jadi walaupun tak mencapai target, ‎tapi paling tidak lebih baik dari angka partisipasi di pilkada lima tahun sebelumnya," ucapnya.

Menurut Agus, angka partisipasi pemilih yang tak bisa mencapai target KPU RI itu disebabkan banyaknya pemilih yang merantau ke luar daerah. 

Dari 1.106.017 pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT), sekitar 18 sampai 20 persen di antaranya masih berada di perantauan untuk bekerja atau menempuh pendidikan.

Baca Juga:CEK FAKTA: Muncul Awan Berbentuk Angka 2 di Depok Jelang Pilkada 2020?

"Upaya sosialiasi sudah kami lakukan semua, tapi karakter daerah Pemalang ini banyak warganya yang merantau ke Jakarta, luar negeri, dan melaut‎. Ini yang menjadi faktor penyebab paling dominan," ujarnnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini