Kebutuhan Primer
Hal serupa dikeluhkan Rusdi. Warga Klaten ini menilai semestinya pemerintah bisa menggenjot pemasukan atau pendapatan dari sektor lain, bukan hanya cukai rokok yang jadi sasaran. Menurutnya, bagi sebagian orang rokok merupakan kebutuhan primer.
“Ya, saya mending mencari rokok lain sesuai bujet saya. Misalnya, saya sekarang senang rokok Sampoerna Mild [Rp25.000/bungkus]. Nanti kalau harganya naik lagi saya beli Sampoerna dengan bungkus yang lebih kecil atau ganti yang lain,” kata dia.
Konsumen lain, Wisnu, berancang-ancang memilih rokok yang lebih murah jika nanti harga rokok makin naik. Karyawan swasta ini biasa mengonsumsi Gudang Garam Promild Merah seharga Rp20.000/bungkus. Sebungkus rokok isi 16 batang tersebut untuk stok sekitar dua hari. Jadi, sebulan ia mengeluarkan uang Rp300.000 untuk jajan rokok.
“Ya saya mulai mencoba rokok yang lebih murah, tapi rasanya pas. Misalnya, Gudang Garam Patra yang harganya hanya Rp11.000/bungkus. Rokok-rokok baru kalau untuk lidah orang Solo mungkin kurang cocok, tapi kebetulan saya oke saja,” jelas dia.
Baca Juga:Sri Mulyani Naikan CHT, Saham Rokok Langsung Terbakar