Kasus Covid-19 Meledak Lagi, Ini Respon Pemprov Jawa Tengah

Jateng sebagai satu dari delapan provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 17 Desember 2020 | 08:13 WIB
Kasus Covid-19 Meledak Lagi, Ini Respon Pemprov Jawa Tengah
Ilustrasi Covid-19. (Suara.com/Eko Faizin)

SuaraJawaTengah.id - Angka kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan tertinggi selama sepekan terakhir. Lonjakan itu yakni hingga 88%. 

Selain itu, Jateng juga disebut sebagai satu dari delapan provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyebut ada beberapa provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian tertinggi sepanjang pekan ini.

Di urutan teratas ada Sulawesi Selatan dengan kenaikan kasus kematian Covid-19 mencapai 133 persen. Disusul Kalimantan Timur dengan kenaikan 94,1 persen, dan Jateng di urutan ketiga dengan kenaikan 55,0 persen.

Baca Juga:Vaksinasi Perlu Didukung Kepatuhan Masyarakat Menerapkan 3M

Dilansir dari Semarangpos.com media jaringan Suara.com, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yuliyanto Prabowo, mengaku akan melakukan sederet upaya guna menekan laju penambahan kasus positif maupun kematian.

Salah satunya yakni dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit dan tempat isolasi terpusat bagi penanganan pasien Covid-19.

“Strateginya peningkatan upaya dari hulu sampai hilir. Mulai dari meningkatkan ketaatan 3M, menyiapkan vaksinasi, peningkatan kapasitas rumah sakit dan juga penyediaan isolasi terpusat,” ujar Yulianto, Rabu (16/12/2020).

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (14/12/2020) lalu, menyebutkan saat ini terus menambah rumah karantina terpusat. Selain rumah karantina, Jateng juga tengah mengajukan penambahan tenaga kesehatan.

Dari 64 rumah sakit (RS) yang ada telah mengajukan 914 orang perawat, 26 dokter, 629 orang perawat ruang isolasi, dan 285 perawat ruang ICU. Selain itu, Jateng juga mengajukan penambahan 21 dokter untuk ruang isolasi dan lima dokter untuk ruang ICU.

Baca Juga:Lawan Hoaks Covid-19, Facebook Luncurkan Fitur Notifikasi Peringatan

“Inilah yang kita sedang lakukan penambahan terus-menerus. Kita kerja sama dengan IDI dan PPNI yang ada di Jateng,” ujar Ganjar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini