Jangan Lupakan Sejarah! Hari Ini Ir Soekarno Dijebloskan ke Penjara

Tepat hari ini, Soekarno, Gatot dan Maskun diboyong ke Bandung untuk menghuni Penjara Banceuy

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 30 Desember 2020 | 17:25 WIB
Jangan Lupakan Sejarah! Hari Ini Ir Soekarno Dijebloskan ke Penjara
Tangkapan layar video pelantikan Presiden Soekarno di Keraton Jogja - (Twitter/@videosejarah)

Soekarno dan kawan-kawannya ditangkap di rumah Mr. Sujudi di Yogyakarta di tengah-tengah perjalanan politiknya di Jawa Tengah. Inggit Garnasih ada di sisinya.

Pada waktu subuh, tantara-tentara Belanda menggedor-gedor pintu rumah Sujudi lalu menyeret para tokoh yang menginap di situ menuju Penjara Mergangsan.

Selama berada di selnya, begitu menurut kesaksian Gatot Mangkupradja, Sukarno selalu tersenyum. Ia bahkan mengingat Mang Oyip, simpatisan PNI yang setia mengikuti aktivitas Sukarno meski sedang menderita asma.

“Wah karunya (wah kasihan) Tot. Mang Ojib meureun moal bisa nyedot ubar asmana,” kata Soekarno yang mengetahui obat asma milik kawannya itu turut disita oleh tentara kolonial.

Baca Juga:Warga Negara Asing Dilarang Masuk Indonesia

Di sel Penjara Mergangsan, Yogyakarta, itulah, meski hanya semalam, Soekarno mengalami untuk pertama kalinya sebuah penahanan.

Razia Aktivitas PNI

Penangkapan Soekarno bersama Gatot dan Maskun bersumber kekhawatiran pemerintah kolonial Hindia Belanda atas aktivitas PNI. Dari tahun ke tahun jumlah anggota partai politik yang didirikan di Bandung itu terus membesar.

John Ingleson, dalam bukunya Jalan ke Pengasingan: Pegerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934 menuliskan secara rinci bagaimana pemerintah memperketat pengawasan terhadap segala aktivitas para tokoh PNI. Mereka dikhawatirkan menyebarluaskan propaganda revolusioner hingga ke kampung-kampung.

“Semenjak pertengahan kedua tahun 1928, tatkala keyakinan diri para pemimpin PNI semakin meningkat karena semakin banyak orang yang menghadiri pertemuan-pertemuan mereka, dan ketika mereka mulai mengkritik dan mengejek pemerintahan kolonial dalam bahasa yang semakin tajam, maka pejabat-pejabat pemerintah dan polisi setempat menjadi juga semakin peka terhadap propaganda mereka dan semakin sering juga melakukan intervensi dalam rapat-rapat umum,” begitu tulis Ingleson.

Baca Juga:Tiba di Bandara Soetta, Penumpang Dari Luar Negeri Wajib Ikuti Tes Berlapis

Pada Desember 1928, jumlah anggota PNI di Bandung dilaporkan baru sebanyak 564 orang. Di Jakarta jumlahnya 869 orang dan di Surabaya 482 orang. Pada Desember 1929, di Bandung saja PNI ditaksir memiliki anggota sebanyak 5.746 orang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini