SuaraJawaTengah.id - Argentina akhirnya memilih untuk mengesahkan RUU yang melegalkan aborsi pada hari Rabu atas meskipun ada keberatan dari Gereja Katolik Roma.
Menyadur France24, Rabu (30/12/2020) sebanyak 38 anggota senat Argentina memilih mendukung dan 29 menentang dengan satu abstain saat pembahasan RUU aborsi.
Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai prosedur aborsi yang hanya boleh dilakukan jika usia kehamilan suda melalui minggu ke-14.
Hal ini menjadikan Argentina negara besar pertama di Amerika Latin yang mayoritas penduduknya beragama Katolik yang mengizinkan aborsi sesuai permintaan. Rapat senat dimulai sekitar pukul 4 sore waktu setempat.
Baca Juga:Habib Jafar Alkaff Meninggal Dunia, Jenazahnya Dibawa ke Kudus
"Mengadopsi undang-undang yang melegalkan aborsi di negara Katolik sebesar Argentina akan mendorong perjuangan untuk memastikan hak-hak perempuan di Amerika Latin," kata Juan Pappier, peneliti senior Amerika di Human Rights Watch.
"Meski pasti akan ada perlawanan, saya kira cukup adil untuk memprediksi bahwa, seperti yang terjadi ketika Argentina melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2010, undang-undang baru ini bisa berdampak domino di wilayah tersebut," sambungnya.
Bagaimana di Indonesia?
Di Indonesia praktek aborsi jelas dilarang. Sebab, aborsi dianggap sama dengan melakukan pembunuhan terhadap manusia meskipun masih berada di dalam janin.
Namun, ada pendapat menarik dari Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdltul Ulama (NU) Almarhum KH Hasyim Muzadi.
Baca Juga:Innalillahi Habib Jafar Bin Muhammad Alkaff Meninggal Dunia
Pada 2014 lalu, ia berpendapat bahwa aborsi atau menggugurkan kandungan kehamilan masih bisa dianggap halal. Namun dengan sejumlah persyaratan tertentu.
- 1
- 2