Keluarga Menunggu dan Berharap Orang-orang Terkasih Mereka Selamat

Ada gambar tiga anak yang sedang tertawa gembira dan dua emoji menghembuskan ciuman.

Siswanto | Deutsche Welle
Senin, 11 Januari 2021 | 14:13 WIB
Keluarga Menunggu dan Berharap Orang-orang Terkasih Mereka Selamat
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menemui keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ182 di Bandara Supadio, Minggu (10/1/2020). (dokumentasi)

Irfansyah mengatakan, kerabatnya itu pada awalnya berniat terbang dengan pesawat sebelumnya yang dioperasikan oleh Sriwijaya, yakni NAM Air.

Namun ia tidak tahu pasti mengapa rencana ini berubah. Kakak perempuan dan kedua anaknya ini baru saja selesai menikmati masa berlibur selama tiga minggu, dan tengah menempuh perjalanan pulang sejauh 740 km ke Pontianak.

"Saya yang mengantarkan mereka ke bandara, membantu proses check-in dan membawa barang bawaan ... Saya merasa masih belum percaya dan ini terjadi begitu cepat," ujar Irfansyah.

Pesawat tersebut menghilang dari layar radar beberapa menit setelah lepas landas dan mencapai ketinggian 10.900 kaki.

Baca Juga:Satu Kantong Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air Dibawa ke Daratan

Kumpulkan sampel DNA Pada Minggu (10/01), pihak berwenang mengatakan telah melacak sinyal kemungkinan lokasi kotak hitam pesawat.

Polisi juga meminta keluarga memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi jenazah seperti rekaman gigi dan sampel DNA.

Di rumah sakit, kakak dari kopilot Diego Mamahit mengatakan dia juga telah dimintai sampel darah.

"Saya yakin adik saya selamat, ini hanya untuk prosedur polisi," ujar Chris Mamahit penuh harap.

"Diego orang baik, kami masih yakin Diego selamat."

Baca Juga:Keluarga Kapten Afwan Sedang Berduka, Komeng Melayat Diserbu untuk Selfie

Di profil LinkedIn-nya, Diego Mahamit menulis "Saya sangat suka terbang."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini