Waspada! Januari Puncak Musim Hujan, Banjarnegara Berpeluang Hujan Lebat

BMKG memprakirakan Banjarnegara dan Purbalingga berpeluang hujan lebat dua hari ke depan

Budi Arista Romadhoni
Senin, 18 Januari 2021 | 07:45 WIB
Waspada! Januari Puncak Musim Hujan, Banjarnegara Berpeluang Hujan Lebat
Ilustrasi hujan - (Pixabay/StockSnap)

SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bulan Januari di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih memasuki puncak musim hujan. Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie menyebutkan Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga, berpeluang terjadi hujan lebat hingga dua hari ke depan. 

"Masih terdapat potensi hujan lebat di Banjarnegara dan Purbalingga sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan," kata Setyo dilansir dari ANTARA di Banjarnegara, Minggu (17/1/2021). 

Menurut prakiraan cuaca, kata dia, peluang hujan terdapat di hampir seluruh kecamatan yang ada di wilayah setempat.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Hari Ini: Senin 18 Januari 2021

Dia mengatakan kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana, seperti di area lereng atau perbukitan.

"Menjelang puncak musim hujan intensitas hujan terus meningkat sehingga kita perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan angin kencang, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana," katanya.

BMKG Banjarnegara, kata dia, terus meningkatkan sosialisasi mengenai risiko peningkatan intensitas hujan kepada masyarakat dan instansi terkait lainnya.

"Tujuannya agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya, khususnya di periode puncak musim hujan, ambil langkah mitigasi yang diperlukan, khususnya di daerah rawan longsor," katanya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat terus berkoordinasi dengan instansi terkait apabila menemukan tanda-tanda awal bencana seperti rekahan tanah dan lain sebagainya.

Baca Juga:BMKG Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Sampai 4 Meter di Manado

"Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan berita yang belum jelas kebenarannya, jika membutuhkan informasi terpercaya terkait cuaca ekstrem maka bisa menghubungi kantor BMKG terdekat atau pantau laman resmi BMKG melalui sosial media.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Indra Permanajati mengatakan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya, termasuk curah hujan.

Bencana tersebut, tambah dia, dapat meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang dan sebagainya yang bisa dipengaruhi oleh perubahan musim.

Dengan demikian, kata dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan dengan curah hujan sedang hingga tinggi dengan durasi yang lama.

"Kesiapsiagaan terhadap bencana dan upaya mitigasi bencana harus terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat," katanya.

Indra mengingatkan bahwa sosialisasi bencana hidrometeorologi perlu digencarkan dengan memanfaatkan media sosial guna mempercepat informasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak