Ratusan Nakes di Jateng Batal Divaksin, Dinkes Bantah Adanya Penolakan

Terdapat 825 nakes yang batal divaksin karena memiliki beberapa alasan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 21 Januari 2021 | 09:38 WIB
Ratusan Nakes di Jateng Batal Divaksin, Dinkes Bantah Adanya Penolakan
Ilustrasi tenaga medis (Unsplash)

SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Jawa Tengah saat ini sudah mencapai sekitar 4.415 nakes yang menerima. Jumlah tersebut sekitar 13,2% dari total sasaran nakes yang akan menerima vaksin tahap pertama, yakni sekitar 30.000 orang.

Dari jumlah itu terdapat 825 nakes yang batal divaksin karena memiliki beberapa alasan. Tetapi mereka tidak menolak menerima vaksin Covid-19 sinovac. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng), Yulianto Prabowo, membantah kabar terkait adanya tenaga kesehatan di Jateng yang menolak menerima vaksin Covid-19.

Menurutnya, banyak nakes yang menunda vaksinasi karena memiliki komorbiditas atau berhalangan hadir akibat ada tugas pekerjaan.

Baca Juga:Sepekan Vaksinasi Covid-19, Ada 30 Laporan KIPI yang Masuk ke Komnas KIPI

“Komorbiditas paling tinggi hipertensi. Lalu, kemudian yang tidak hadir itu kita pastikan karena mereka sedang bertugas. Tidak ada yang declare menolak untuk divaksin,” kata Yulianto dilansir dari Semarangpos.com di Kota Semarang, Rabu (20/1/2021).

Senada juga disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang menyebut hingga Selasa (19/1/2021) ada sekitar 285 nakes yang mangkir atau tidak hadir dalam penyuntikan vaksin. Sementara 540 nakes batal divaksin karena memiliki komorbiditas.

“Itu kemarin sudah dicek, yang tidak hadir karena lagi ada tugas. Terus rumah sakit data input, terus kita hari ini rapat membuat terobosan itu,” ujar Ganjar.

4.415 Nakes

Ganjar mengatakan sejak dimulainya vaksinasi tahap pertama pada 14 Januari lalu, sudah ada sekitar 4.415 nakes di Jateng yang divaksin. Jumlah tersebut sekitar 13,2% dari total sasaran nakes yang akan menerima vaksin tahap pertama, yakni sekitar 30.000 orang.

Baca Juga:Tak Terima Dicovidkan, Keluarga Pasien Ini Ajak RS Bertarung di Pengadilan

“Jadi pelaksanaan sampai tanggal 19 Januari [Selasa] kemarin, di Kota Semarang sudah 2.219 [nakes], jadi kurang lebih 11,8 persen. Kabupaten Semarang 655 (nakes) atau sekitar 16 persen. Sedangkan di Kota Solo sudah 1.541 nakes, atau sekitar 15%. Jadi rata-rata kita sudah 13,2%,” terang Ganjar.

Ganjar menambahkan dari 4.415 nakes yang menerima vaksin itu ada beberapa yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi atau KIPI. Ada beberapa yang mengalami pingsan, mata merah, bengkak, gatal pada area suntik, pegal, mual hingga muntah.

“Ada yang nyeri lengan mual muntah. Terus kemudian ada yang berdebar, mengantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini [KIPI] tidak ada yang berlanjut,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak