alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anti Mainstream, Kuburan China di Sragen Ini Jadi Lokasi Favorit Pacaran

Budi Arista Romadhoni Selasa, 26 Januari 2021 | 18:02 WIB

Anti Mainstream, Kuburan China di Sragen Ini Jadi Lokasi Favorit Pacaran
Kompleks kuburan China di Gunung Banyak Sragen. (Solopos.com/Istimewa)

Bukan di tempat romantis, muda mudi di Sragen pilih kuburan china jadi tempat pacaran

SuaraJawaTengah.id - Pacaran merupakan kegiatan pranikah yang dilakukan muda-mudi di Indonesia. Namun terkadang, pacaran yang dilakukan pemuda dan pemudi dianggap kelewatan, karena berada di kuburan china

Padahal, kebanyakan pasangan, melakukan pacaran ditempat-tempat romantis. Namun di Sragen, Kuburan china menjadi favorit para kaula muda untuk bermesra-mesraan dengan kekasih. 

Kuburan China itu  Gunung Banyak di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Kondisi kuburan yang sepi justru dianggap sebagai lokasi yang "aman dan nyaman" untuk memadu kasih.

Apalagi lokasi kuburan itu berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Sragen. Artinya sepi dari keramaian dan kegiatan masyarakat. 

Baca Juga: Penangkapan Terduga Teroris 2020 Menurun, Kelompok MIT Harus Diwaspadai

“Kalau dijadikan lokasi pacaran, itu sudah jadi cerita lama. Bahkan, gaya pacaran mereka sudah menjurus mesum,” ujar Sri Wahono, warga setempat dilansir dari Solopos.com, Selasa (26/1/2021).

Pemandangan muda-mudi memadu kasih itu menjadi hal biasa bagi warga sekitar. Kebanyakan pasangan muda-mudi itu datang setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dengan mengendarai sepeda motor.

Bahkan, ada pula yang nekat berpacaran di kuburan itu saat jam sekolah masih berlangsung.

“Dulu saya pernah menangkap pasangan muda-mudi dari Geyer, Grobogan. Saat itu saya menjadi pengurus komite sekolah di Tangen. Kebetulan ada kegiatan menyisir tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi siswa yang bolos sekolah,” jelas Sri Wahono.

Parman, 50, warga Tangen, mengaku sudah biasa melihat pasangan muda-mudi berpacaran di Kuburan China Gunung Banyak Sragen. Mereka biasa duduk tepi bangunan makam yang didesain layaknya tempat duduk.

Baca Juga: Aurat Terjaga, Kreasi Baju Vaksin-Friendly ala Bupati Sragen Curi Atensi

“Mereka biasa datang dengan membawa bekal makanan dan minum. Oleh sebab itu, banyak sekali sampah plastik dan botol bekas di sana. Kuburan memang sepi, tapi hal itu dimanfaatkan mereka untuk pacaran. Mereka sama sekali tidak ada perasaan takut berlama-lama berada di kuburan,” papar Parman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait