alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wagub Jateng Minta Penambang Pasir Merapi Patuhi Imbauan BPBD

Erick Tanjung Jum'at, 29 Januari 2021 | 17:59 WIB

Wagub Jateng Minta Penambang Pasir Merapi Patuhi Imbauan BPBD
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berbincang dengan warga Merapi di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. (ANTARA/Heru Suyitno)

"Kemarin saya sempat melihat beredar video penambangan, tolonglah keselamatan jiwa diutamakan," ujar Gus Yasin.

SuaraJawaTengah.id - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta para penambang di kawasan Gunung Merapi mengikuti imbauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD. Dia meminta warga penambang pasir untuk mengutamakan keselamatan.

"Kemarin saya sempat melihat beredar video penambangan, tolonglah keselamatan jiwa diutamakan. Kemarin sudah ada peringatan tetapi masih ada saja yang bandel masih mengangkuti pasir," katanya di Magelang, Jumat (29/1/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan hal tersebut usai meninjau dan memberikan bantuan berupa beras, gula, dan nasi kota kepada para pengungsi di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Yasin mengatakan para penambang supaya menaati apa yang diintruksikan oleh BPBD atau teman-teman siaga bencana, kalau sudah ada peringatan jangan ke atas untuk melakukan penambangan.

Baca Juga: Sambangi Pengungsian Merapi, Wagub Jateng: Sabar Rumiyin Nggih Mbah

"Kemarin ketika ada letusan mereka masih tenang-tenang. Permasalahannya arah angin tidak menentu dan tidak bisa diprediksi arahnya ke mana," ujarnya.

Ia menyampaikan saat ini status aktivitas Merapi masih Siaga, kemarin juga ada semburan awan panas, yang paling sulit adalah memprediksi arah angin mau kemana sehingga memang di radius 1-3 kilometer harus dikosongkan.

"Karena tidak tahu arah angin kemana sehingga saya mengharap kepada para penduduk yang ada di lereng Gunung Merapi untuk mengikuti arahan BPBD saja," katanya.

Yasin menuturkan pihaknya tidak ingin seperti kejadian di tahun 2006 dan 2010, mereka berkejar-kejaran dengan awan panas.

"Warga lebih baik di pengungsian dulu, nanti tunggu setelah aman baru pulang ke rumah," tuturnya. (Antara)

Baca Juga: Warga Turgo Mengungsi Usai Merapi Erupsi, Muriyem: Di Sini Lebih Aman

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait