Cukai Rokok Naik, Warga Semarang Budayakan 'Tingwe'

Tidak kalah akal, saat pemerintah menaikan cukai rokok, warga Semarang pilih tingwe atau membuat rokok sendiri dari tembakau

Budi Arista Romadhoni
Senin, 01 Februari 2021 | 14:00 WIB
Cukai Rokok Naik, Warga Semarang Budayakan 'Tingwe'
Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]

SuaraJawaTengah.id - Harga rokok diperkirakan akan mengalami kenaikan, karena dampak dari naiknya cukai rokok. Hal itu membuat beberapa warga Kota Semarang memilih untuk membuat rokok sendiri membeli tembakau langsung dari petani.

Warga Semarang sering menyebutnya "tingwe"  akronim dari linting dewe (membuat rokok sendiri). Sebagian warga Semarang, tingwe diaggapp lebih ekonomis alias ramah di kantong anak muda.

Warga Semarang, Praditya Wibby mengatakan, memilih tingwe karena lebih ekonomis. Rokok pabrikan setiap bungkusnya sekitar Rp20 ribu, sedangkan harga tembabakau  Rp20 ribu bisa untuk 10 hari.

"Biasanya kalau beli rokok pabrikan, satu hari itu satu bungkus. Ya seharga tembakau untuk 10 hari," jelasnya kepada suara.com, Senin (1/2/2021).

Baca Juga:2 Ibu Narapidana Diduga Bawa Tembakau Gorila, Ini Temuan Polresta Malang

Ketika Praditya Wibby menyiapkan rokok tingwe di kamarnya (Suara.com/Dafi Yusuf)
Ketika Praditya Wibby menyiapkan rokok tingwe di kamarnya (Suara.com/Dafi Yusuf)

Selain lebih murah, dia juga mempunyai alasan sendiri kenapa memilih tingwe selain ekonomis yaitu, karena membantu petani tembakau. Menurutnya, beberapa bulan terakhir nasib petani terkatung-katung karena harga tembakau yang murah.

"Dengan tingwe saya bisa langsung bantu para petani tembakau," ujarnya.

Ditanya soal rasa, dia mengaku jika rokok tingwe tak kalah dengan rokok pabrikan. Menurutnya, dengan tingwe malah lebih banyak pilihan rasa dan jenis tembakau.

"Setiap jenis di masing-masing daerah itu beda-beda rasanya. Itulah yang membuat istimewa," imbuhnya.

Pilihan untuk tingwe, Wibby tak sendirian. Banyak teman yang satu tongkrongan dengannya juga memilih untuk tingwe. Selain harganya ekonomis, tingwe lebih banyak pilihnnya. 

Baca Juga:Dugaan Pasien Dicovidkan, Ombudsman Jateng Semprot RS Telogorejo Semarang

"Sekarang teman-teman saya juga banyak yang memilih tingwe," katanya.

Hal yang sama dikatakan Riska Farasonefela. Sejak pandemi Covid-19 dia memilih untuk tingwe karena lebih irit. Selain itu, tembakau yang dia beli juga cukup untuk dibagi dengan teman-temannya.

"Lumayan kan, 1 kilogram hanya 45 ribu. Itu bisa cukup untuk berbulan-bulan meski dibagi dengan teman-temannya," ucapnya.

Kontributor : Dafi Yusuf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak