Masih Pandemi Covid-19, Warga Tionghoa Diminta Rayakan Imlek dengan Virtual

Imek tahun ini akan sangat berbeda, warga tionghoa diminta merayakan imlek dengan virtual

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 10 Februari 2021 | 15:17 WIB
Masih Pandemi Covid-19, Warga Tionghoa Diminta Rayakan Imlek dengan Virtual
Ilustrasi Seorang warga Tionghoa sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2571/2020 di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Sabtu (25/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Mari bersama kita saling mendoakan, serta dengan bijak saling menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri maupun keluarga di rumah. Semoga kita semua diberi selalu kesehatan dan penyertaan Tuhan dalam melewati pandemi ini," ungkapnya.

Andy juga menghimbau agar senantiasa mematuhi 5M Protokol Kesehatan, yakni Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, Mendukung Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah "Jateng di Rumah Saja".

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah juga mengimbau perayaan Imlek dilaksanakan sederhana. Ketua PSMTI Jateng, Dewi Susilo Budihardjo mengimbau untuk warga Tionghoa merayakan Imlek secara sederhana dan bersama keluarga masing-masing. Mengingat, masih dibatasinya untuk acara atau kegiatan keramaian.

"Tahun ini ada imbauan dari pemerintah perayaan Imlek tidak boleh dirayakan dengan keramaian, kita itu kalau hari pertama Imlek ramainya malamnya. Kalau disini mungkin seperti malam takbiran, lampu rumah tidak boleh dimatikan, dan tidak boleh bersih-bersih rumah, sampai besoknya imlek juga tidak boleh bersih -bersih rumah," tuturnya.

Baca Juga:Erick Thohir Larang Pegawai BUMN Plesiran saat Long Weekend Imlek

Menurutnya, Imlek identik dengan manis, kemanisan. Setiap kali berkunjung ke rumah saudara akan ada makanan seperti cokelat, permen. Ini Dewi maknai sebagai sebuah pengharapan agar tahun yang baru itu semanis hidangan tersebut.

Tahun yang manis, tahun yang memberikan kebaikan kepada semua orang. Badan sehat, rezeki melimpah dan perasaan penuh bahagia. Tahun baru nanti adalah shio Kerbau Logam ini, menurutnya adalah tanda masih harus butuh kerja keras.

"Karena esensi kerbau adalah lebih lunak dari tahun kemarin. Kerbau itu tetep keras karena hewan kerbau punya tanduk. Tetapi tidak meledak-ledak. Biasanya di tahun shio Kerbau selalu banyak hal hal yang tidak pernah kita prediksikan sebelumnya,"pungkasnya.

Ganjar Imbau Ibadah Virtual 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan pada pemerintah pusat agar tidak ada libur panjang saat perayaan Imlek 2572 atau 2021 pada 12 Februari mendatang. Hal itu menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di Indonesia setelah adanya libur panjang pada Desember dan Januari lalu.

Baca Juga:Aksi Ucapkan Selamat Imlek Menggunakan Baju Adat

"Nggak usah (ada libur panjang), kita sudah usulkan ke pemerintah pusat. Kayaknya enggak perlu ada libur panjang," kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (1/2/2021) lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini