Pakar tata kota asal Universitas Diponegoro (Undip), Bambang Setyoko mengatakan beberapa kawasan di sepanjang pantai utara Kota Semarang diakuinya memang mengalami land settlement atau ambles.
Menurutnya, penyebab amblesnya beberapa kawasan di Kota Semarang itu antara lain karena menjamurnya bangunan-bangunan, seperti hotel, mall dan shoping center.
"Penyebab lainnya adalah pengambilan air tanah yang tidak terkendali. Hal itu menyebabkan air yang ada di dalam tanah kosong," jelasnya.
Penurunan tanah tiap tahunnya, diantaranya di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Bandarharjo, Johar, Kemijen dan Boom Lama.
Baca Juga:Singgung Korupsi, Mahasiswa Demo Besar Nurdin Halid Dapat Doktor Kehormatan
Daerah-daerah tersebut dulunya merupakan roda perekonomian yang ada di Kota Semarang. Namun, keadaan tanah yang tidak stabil membuat banyak investor pikir ulang.
"Kan bisa dilihat banya PT besar seperti PT Kubata pindah di daerah Mijen. Hal itu disebabkan kawasan Semarang sudah tidak layak untuk dijadikan tempat berbisnis," tegasnya.
Kontributor : Dafi Yusuf