SuaraJawaTengah.id - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Brebes tidak mendapat laporan terkait kepulangan TKI asal Brebes yang sempat terpapar Covid-19 varian baru dari Inggris atau virus B117.
Kepala Disperinaker Brebes Warsito Eko Putra mengatakan, TKI yang terpapar virus B117 itu kemungkinan berangkat ke Arab Saudi menjadi TKI melalui Kabupaten Karawang, Jawa Barat karena menikah dengan warga setempat.
"TKI tersebut berangkat ke Arab tidak melalui kami, makanya pas pulang kami tidak dapat laporan," kata Eko saat menjelaskan TKI yang terpapar virus B117, Jumat (5/3/2021).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Eko, A memang warga Kabupaten Brebes, namun sudah menikah dengan warga Karawang.
Baca Juga:Belasan orang tes swab COVID-19 karena 2 TKI bawa virus corona B117 ke RI
"Kalau pulang memang ke Brebes karena rumah orang tuanya di Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan. Keluarga dia ini di Brebes semua," ujar dia.
Menurut Eko, pihaknya bekerjasama dengan Satgas Covid-19 di desa untuk mengantisipasi adanya TKI yang pulang dari luar negeri. Jika ada TKI yang pulang akan dicatat dan diarahkan untuk isolasi mandiri.
"Tapi aturannya sekarang kalau mau masuk Indonesia dari luar negeri itu ketat, harus isolasi dulu, swab dulu, kalau aman baru boleh pulang. Jadi pas masuk ke kampung sebenarnya sudah aman. Cuma ya untuk memastikan saja," jelasnya.
Menurut Eko, jumlah TKI yang pulang ke Brebes selama pandemi tidak banyak. Sebab banyak negara yang menerapkan lockdown.
"Jumlahnya kurang dari lima soalnya banyak negara-negara yang lockdown, jadi tidak bisa sembarangan masuk atau keluar negara itu. Mereka rata-rata yang pulang itu ya isolasi dulu di Jakarta baru boleh pulang kampung," tandasnya.
Baca Juga:Keluarga TKI Penyintas Virus Corona B117 di Karawang Jalani Isolasi Mandiri
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Kabupaten Brebes diketahui terpapar virus corona jenis baru dari Inggris atau B117. Warga yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi ini bersama tujuh anggota keluarga sedang diisolasi untuk mencegah penularan.
- 1
- 2