Ada di Borobudur, Bedug Genderang Perang Pangeran Diponegoro

Banyak petilasan dan benda-benda peninggalan Diponegoro tercecer di perbukitan Menoreh.

Ronald Seger Prabowo
Senin, 15 Maret 2021 | 16:03 WIB
Ada di Borobudur, Bedug Genderang Perang Pangeran Diponegoro
Bedug yang pernah dijadikan genderang perang oleh pasukan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah, tersimpan di Masjid Tiban Baiturrahman, Dusun Tingal Wetan, Borobudur. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardhi].

SuaraJawaTengah.id - Wilayah Perbukitan Menoreh pernah menjadi basis pertahanan pasukan Pangeran Diponegoro selama Perang Jawa (tahun 1825-1830). Banyak petilasan dan benda-benda peninggalan Diponegoro tercecer di perbukitan ini.

Salah satunya bedug di Masjid Tiban Baiturrahman, Dusun Tingal Wetan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Bedug ini diyakini adalah genderang perang pasukan Pangeran Diponegoro.     

Sesepuh Desa Wanurejo, Izzudin Sholeh mengatakan, meski tidak ada data akurat, warga yakin bedug ini adalah peninggalan Pangeran Diponegoro. Sejarahnya hanya diceritakan oleh para orang tua secara turun-temurun.

“Menurut orang tua dulu, bedug ini tamburnya Diponegoro. Tambur perang. Kalau jaman sekarang bahasanya gederang perangnya Pangeran Diponegoro,” kata Izzudin, Senin (15/3/2021).

Baca Juga:Tercatatkan, Pengunjung Candi Borobudur Capai 8.000 Orang per Hari

Cerita soal bedug ini cocok dengan fakta sejarah bahwa daerah pertahanan Pangeran Diponegoro, dulu meliputi wilayah yang saat ini masuk Kecamatan Salaman. Di daerah ini juga terdapat petilasan Diponegoro berupa Langgar Agung. 

Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap pemimpin Belanda, Jenderal Hendrik Merkus de Kock pada 28 Maret 1830 di Magelang, pasukannya bubar. Genderang perang kemudian ditinggalkan di daerah sekitar barat Desa Wanurejo. 

“Dengan kebijaksanaan entah itu dari anggota pasukannya atau dari masyarakat, bedug dibawa ke masjid ini. Soalnya Diponegoro kan juga ulama. Peninggalan gederang perangnya juga seperti itu (berbentuk bedug),” kata Izzudin.

Menurut Izzudin, rangka bedug peninggalan Pangeran Diponegoro di Masjid Tiban Baiturrahman masih asli. Hanya kulit dan kayu penopangnya saja yang sudah beberapa kali diganti. 

Sayang, rangka bedug sempat dipernis sehingga menghilangkan kesan kuno dan sakral. Saat itu bedug akan dipamerkan pada event Gelar Budaya Desa Wanurejo yang diadakan tiap bulan Suro (bulan Muharrom). 

Baca Juga:3 Menteri Kunjungi Borobudur, Ganjar: Kami Menyamakan Persepsi

“Dulu kelihatan tua dan sakralnya. Kelihatan kalau barang kuno. Padahal ini masih benda yang sama. Kalau kulitnya sudah berganti-ganti. Tiangnya juga. Tapi kalau fisik (bedugnya) ini masih asli.”

Pada masa Orde Baru, bedug peninggalan Pangeran Diponegoro ini sempat 2 kali dipamerkan di Museum ABRI Satria Mandala Jakarta. Para petinggi militer saat itu bahkan meminta bedug disimpan di Museum Satria Mandala. 

“Diminta dari sana waktu itu akan dipindah ke Museum ABRI. Tapi saat itu masyarakat tidak boleh. Terus dikembalikan,” ujar Izzudin Sholeh.

Benda bersejarah ini hingga kini masih aktif digunakan sebagai penanda waktu  masuk shalat dan terutama saat malam takbiran. Kondisi kayu bedug tampak masih baik terawat.

“Ini masih sering digunakan. Alat komunikasi yang paling efektif dulu kan ya lewat bedug. Mengumumkan orang meninggal, tanda waktu shalat. Malam takbiran juga masih dipakai,” pungkas Izzudin Sholeh.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak