Jelang Bulan Suci Ramadan, Warga Tegal Gelar Tradisi Ruwahan

Tradisi ruwahan digelar setiap menjelang bulan suci ramadan, mereka mendoakan keluarga yang sudah meninggal

Budi Arista Romadhoni
Senin, 29 Maret 2021 | 09:30 WIB
Jelang Bulan Suci Ramadan, Warga Tegal Gelar Tradisi Ruwahan
Tradisi ruwahan yang digelar menjelang bulan suci ramadan di Musala Baitul Muttaqin, Tegal, Minggu (28/3/2021). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

SuaraJawaTengah.id - Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Bagi umat muslim di Indonesia, biasanya menggelar tradisi-tradisi menyambut bulan yang penuh rahmat ini. Namun adanya pandemi tentu saja tradisi yang sering dilakukan menjadi berkurang. 

Di Kota Tegal, tradisi ruwahan tetap digelar meskipun dengan kesederhanaan. Tradisi ruwahan menjelang bulan suci ramadan digelar pada Minggu (28/3/2021) malam.

Tradisi ruwahan yakni tradisi mendokan orang yang sudah meninggal. Tradisi ini biasanya digelar di musala dan masjid di malam nisfu sya'ban.

Tokoh masyarakat, Tambari Gustam mengatakan, tradisi ruwahan masih kental dilakukan masyarakat Jawa, tak terkecuali di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya.

Baca Juga:Mudik Lebaran Dilarang, Organda Kota Tegal: Pemerintah Membingungkan

"Tradisi ruwahan biasanya digelar bertepatan dengan nalam nisfu sya'ban. Umat Islam akan berdoa bersama di musala atau masjid. Mereka akan membaca Yasin 3 kali, istigfar dan salawat dari Maghrib sampai Isya," kata Gustam dilansir dari Ayosemarang.com, Senin (29/3/2021). 

Menurutnya, selain mendoakan orang yang sudah meninggal, momen tersebut juga sekaligus untuk membersihkan diri dari dosa-dosa di masa lalu.

"Kita membaca istigfar sebanyak-banyaknya, mengakui kesalahan dan dosa-dosa di masa lalu dan berdoa kepada Allah SWT agar diampuni segala dosa-dosa," ucapnya.

Selanjutnya, masyarakat akan mengakhirinya dengan makan nasi tumpeng bersama.

"Tumpeng sendiri artinya yen metu kudu lempeng (kalau keluar harus yang lurus). Harapannya agar masyarakat selalu diberi kesejahteraan dan keselamatan," katanya.

Baca Juga:Ramadhan Tahun Ini Sholat Tarawih Hingga 3 Shift di Masjid Diperbolehkan

Selain nasi yang berbentuk gunungan juga ada lauk pauk, seperti ingkung, tempe, tahu, ikan asin, uraban dan lain sebagainya.

"Itu semua tentunya juga punya makna masing-masing. Gunungan nasi melambangkan bahwa di tanah Jawa banyak gunung sebagai paku bumi menjaga kelestarian dan keseimbangan. Kemudian ingkung (ayam jago utuh) yang melambangkan hidup jangan sombong seperti ayam jago," bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak