alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! Mudik Lebaran Dilarang, Dua Bandara Baru Jateng Batal Layani Penumpang

Budi Arista Romadhoni Selasa, 06 April 2021 | 20:55 WIB

Duh! Mudik Lebaran Dilarang, Dua Bandara Baru Jateng Batal Layani Penumpang
Warga menyaksikan pendaratan pesawat King Air 200GT saat pendaratan perdana di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, Jawa Tengah, Sabtu (11/1). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]

Padahal kedua bandara dipersiapkan untuk memberikan akses kepada penumpang saat mudik lebaran

SuaraJawaTengah.id - Dua bandara baru di Jawa Tengah, Ngloram Blora dan Jenderal Sudirman Purbalingga dipastikan batal melayani penumpang pada momen mudik lebaran nanti.

Hal itu karena terdapat larangan mudik lebaran yang ditetapkan pemerintah. Padahal kedua bandara tersebut sudah siap beroperasi melayani penumpang. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, sebenarnya dua bandara baru di Jateng itu disiapkan untuk melayani pemudik tahun ini. Namun karena kebijakan mudik lebaran dilarang, maka hal itu tidak dapat dilaksanakan.

"Sebenarnya waktu itu rencananya memang dipakai untuk mudik. Tapi karena keputusan tidak mudik, ya sudah pembangunannya diteruskan saja," kata Ganjar, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Dirlantas Polda Jateng: Mau Mudik Harus Ijin Gubernur

Progres pembangunan dua bandara itu lanjut Ganjar sudah berjalan bagus. Dua-duanya sudah dilakukan uji coba pendaratan pesawat dan berhasil.

"Kemarin di Jenderal Sudirman Purbalingga, Citilink sudah mendarat, semua pendaratannya bagus. Dari fisibilitasnya dan tekhnisnya, keduanya sudah di uji coba dan dua-duanya bagus," imbuhnya.

Bahkan untuk bandara Ngloram, Ganjar sudah mencoba sendiri mendarat di bandara itu. Menurutnya semua oke dan sudah sesuai.

"Tapi yang di Jenderal Sudirman saya belum coba. Beberapa waktu lalu sudah ada jadwal saya bareng pak Menhub untuk mendarat di Purbalingga. Tapi karena jadwalnya tertunda, mungkin dalam waktu dekat ini saya akan ngecek di Purbalingga bareng pak Menhub," ucapnya.

Ganjar menambahkan, sebenarnya masyarakat sudah menantikan dapat menggunakan bandara-bandara itu sebagai alternatif transportasi. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat juga sangat tinggi.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Produk, UMKM di Jateng Jalin Kerja Sama dengan Hotel

"Contohnya bandara Jenderal Sudirman, itu awalnya Bupati Banyumas yang punya semangat. Kemudian kerjasama antara Bupati Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Kebumen, Banjarnegara dan lainnya terbentuk dan semuanya bareng-bareng sepakat. Semangat dari kawan-kawan di daerah sangat bagus, semuanya suport," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait