alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jemunak, Kuliner Berbuka yang Limited Edition Khas Kabupaten Magelang

Ronald Seger Prabowo Kamis, 15 April 2021 | 18:33 WIB

Jemunak, Kuliner Berbuka yang Limited Edition Khas Kabupaten Magelang
Jemunak makanan bulan Ramadhan khas Kabupaten Magelang. [Suara.com/Angga Haksoro Ardi]

Makanan khas Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini tidak tersedia pada bulan-bulan lainnya.

SuaraJawaTengah.id - Bulan suci Ramadhan menjadi momen bagi para pencinta kuliner untuk berburu makanan langka. Banyak kudapan yang dijajakan hanya pada bulan puasa. 

Jemunak salah satunya. Makanan khas Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini tidak tersedia pada bulan-bulan lainnya. 

Tidak banyak perajin makanan di Muntilan yang menjual menu kuliner limited edition ini. Terhitung hanya ada 2-3 penjual makanan menu berbuka di yang menjajakan jemunak. 

Baca Juga: Khoirul Anam Kembali Beraksi, Tawarkan Jasa Bangunkan Sahur Para Jomblo

Itupun terbatas hanya di sekitar Desa Gunungpring, Muntilan. Hal-hal itu yang menyebabkan jemunak menjadi salah satu menu kuliner paling dicari selama Ramadan.  

Dari hanya sekitar 3 perajin pembuat jemunak, top legend-nya adalah jemunak Mbok Mul di Dusun Karaharjan, Wonosari, Gunungpring, Muntilan. Peta lokasi jemunak Mbok Mul dapat dengan mudah ditemukan pada google map.

Heru Wiyanta (33 tahun) adalah generasi ketiga keluarga Mbok Mul yang mewarisi usaha pembuatan jemunak. Meski dari kecil Heru sudah terbiasa membantu usaha ini, baru sekitar tahun 2000 dia terlibat penuh. 

“Jemunak itu artinya nemu enak. Jadi itu bahasa orang dulu. Bahannya kan sederhana cuma ketela dicampur ketan, terus dikasih gula jawa biar rasanya agak kenyal-kenyal manis,” kata Heru disela kegiatan mendeplok (menumbuk) parutan singkong dan beras ketan yang menjadi bahan dasar jemunak. 

Menurut Heru, dari sedikit perajin jemunak di Gunungpring hanya jemunak Mbok Mul yang sanggup bertahan dari generasi ke generasi. Mereka konsisten berjualan ditengah naik turunnya harga bahan baku dan perubahan tren kuliner. 

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka, Siswa SMA Van Lith Magelang Bawa Ember, Ada Apa?

“Selain sini itu ada (penjual lainnya). Tapi disini kan sudah turun temurun. Kalau yang lain cuma pada menjelang saja (ikut-ikutan). Maksudnya sekarang lagi tenarnya apa, terus mengikuti,” ujar Heru.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait