Jemunak, Kuliner Berbuka yang Limited Edition Khas Kabupaten Magelang

Makanan khas Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini tidak tersedia pada bulan-bulan lainnya.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 15 April 2021 | 18:33 WIB
Jemunak, Kuliner Berbuka yang Limited Edition Khas Kabupaten Magelang
Jemunak makanan bulan Ramadhan khas Kabupaten Magelang. [Suara.com/Angga Haksoro Ardi]

Bahan pembuat jemunak sederhana: singkong, beras ketan, gula pasir, gula jawa, dan kelapa. Langkah pertama, singkong diparut kasar (growol) untuk kemudian dikukus bersama beras ketan yang sudah ditanak setengah matang. 

Kukusan growol singkong dan beras ketan kemudian ditumbuk pada lumpang batu hingga halus. Hasil tumbukan lalu ditum (dibungkus daun pisang) sambil dicampur juruh (gula jawa cair).

Usaha jemunak Mbok Mul sekarang dijalankan Heru bersama kedua buliknya, Kasmurah dan Poningsih. Mengatasi pandemi Covid-19 dan persaingan usaha kuliner, Heru mulai menerima pesanan jemunak via online. 

“Sekarang permainannya melalui aplikasi. Lewat HP bisa di-online kan. Pesanan-pesanan itu.”

Baca Juga:Khoirul Anam Kembali Beraksi, Tawarkan Jasa Bangunkan Sahur Para Jomblo

Sekali pembuatan jemunak menghabiskan 15 kilogram singkong, 4 kilogram beras ketan, dan 4 kilogram gula jawa. Dari bahan-bahan itu dihasilkan 500 bungkus jemunak yang setiap bungkusnya dijual Rp2.500.

Jemunak Mbok Mul kebanyakan diambil atau dititipkan ke beberapa pedagang takjil di sekitar Gunungpring. Tapi ada juga beberapa pembeli yang datang langsung ke dapur.

Salah satunya Sigit Hendriyono (52 tahun), warga Gunungpring. Dia mengaku hampir setiap hari membeli jemunak Mbok Mul untuk menu berbuka puasa. 

“Hampir setiap hari beli di sini. Rasa jemunak yang perpaduan manis dan gurih, cocok untuk makanan buka puasa. Apalagi jemunak ini hanya ada di bulan Ramadan,” kata Sigit.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Baca Juga:Pembelajaran Tatap Muka, Siswa SMA Van Lith Magelang Bawa Ember, Ada Apa?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini