alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiga Sekolah di Kabupaten Pati Laporkan Guru dan Murid Positif Covid-19

Budi Arista Romadhoni Rabu, 21 April 2021 | 15:50 WIB

Tiga Sekolah di Kabupaten Pati Laporkan Guru dan Murid Positif Covid-19
Ilustrasi .(Shutterstock)

Sejumlah siswa dan guru di Kabupaten Pati terkonfirmasi positif Covid-19 pada PTM tahap pertama yang digelar 5-16 April kemarin

SuaraJawaTengah.id - Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap kedua di Kabupaten Pati akhirnya ditunda. Pasalnya, sejumlah siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19 pada PTM tahap pertama yang digelar 5-16 April kemarin.

Bupati Pati, Haryanto mengatakan, sementara ini berdasarkan hasil evaluasi, sudah ada tiga sekolah peserta uji coba PTM yang melapor, jika tenaga pendidik maupun siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

“Yang positif ada tiga sekolahan yang laporan. Untuk dua laporan hari ini belum laporan lagi, ini baru kita lakukan tes swab. Maka kita kan tunda lagi. Karena kita tidak mau ada kejadian, lalu ada klaster-klaster lagi,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/4/2021).

Saat ini mereka yang terkonfirmasi, telah menjalani isolasi. Baik isolasi secara mandiri di rumah masing-masing, maupun diisolasi di RSUD RAA Soewondo Pati.

Baca Juga: Hadapi PTM, 3.300 Guru di Depok Sudah Dapat Vaksin COVID-19

“Ada guru dan siswa yang kena. Ini terjadi karena enggak taat. Ada siswa yang pergi main ke rumah temannya selepas sekolah, jajan di luar lingkungan, dan sebagainya,” keluhnya.

Adapun sejumlah sekolah peserta PTM tahap pertama yang dilakukan tes swab saat ini adalah SMK, MTs, SMAN I, dan MAN Negeri.

“Saya sudah mendapatkan beberapa data yang siswanya positif Covid-19. Jadi sekali lagi uji coba PTM tahap dua saya tunda,” jelasnya.

Tidak tebang pilih, penundaan PTM tahap kedua ini dikatakannya tidak hanya berlaku bagi sekolah dengan kasus positif Covid-19. Namun juga berlaku pada sekolah-sekolah yang tidak ada kasus.

“Kalau ditunda, ya ditunda semuanya. Karena kalau ada satu orang postif, satu sekolahan itu dianggap enggak bahaya. Dikhawatirkan nanti berdampak ke yang lain. Kita evaluasi lagi, nanti kemungkinan kita akan terapkan lagi setelah hari raya Idulfitri,” tandasnya.

Baca Juga: Gedung Rusak Terdampak Gempa, MAN 2 Turen Malang Tunda PTM

Kontributor : Fadil AM

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait