Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta

Bupati Cilacap & pejabat dibawa KPK dari Banyumas ke Jakarta via kereta api usai OTT terkait dugaan korupsi proyek.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 14 Maret 2026 | 05:35 WIB
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026) malam, sebelum dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal yang dilakukan tim penyidik KPK. [ANTARA/Sumarwoto]
Baca 10 detik
  • Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan pejabat Pemkab dibawa KPK dari Polresta Banyumas menuju Jakarta.
  • Rombongan pejabat penting Pemkab Cilacap ini diduga terkait dugaan penerimaan proyek di Kabupaten Cilacap.
  • Mereka meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto untuk melanjutkan perjalanan dengan Kereta Api Purwojaya.

SuaraJawaTengah.id - Malam Jumat yang mencekam di Markas Polresta Banyumas menjadi saksi bisu kelanjutan operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (SAR), yang baru saja terjaring operasi tangkap tangan (OTT), beserta sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten Cilacap, akhirnya dibawa tim penyidik KPK menuju Jakarta.

Perjalanan ini bukan dengan mobil dinas, melainkan menggunakan kereta api, menambah dramatisasi penangkapan seorang kepala daerah.

Sekitar pukul 21.05 WIB, Syamsul Auliya Rachman, yang mengenakan masker putih, terlihat keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas.

Baca Juga:Seret Nama Gubernur di Pusaran OTT, Ahmad Luthfi Ungkap Fakta Pertemuan dengan Fadia A Rafiq

Ia disusul oleh rombongan pejabat Pemkab Cilacap dan para penyidik KPK. Raut wajah mereka tegang, dan tak ada sepatah kata pun terucap saat dicecar pertanyaan oleh awak media.

Mereka langsung bergegas menuju beberapa mobil minibus yang telah disiapkan di halaman gedung, kemudian iring-iringan kendaraan itu melesat meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto.

Sesampainya di Stasiun Purwokerto, rombongan tersebut langsung diarahkan masuk ke Ruang Tunggu VIP. Mereka menunggu keberangkatan Kereta Api Purwojaya tujuan Jakarta Gambir yang dijadwalkan pukul 21.37 WIB.

Pemandangan ini menjadi sorotan, mengingat seorang bupati dan jajarannya harus menempuh perjalanan ke ibu kota dengan pengawalan ketat KPK, mengindikasikan seriusnya dugaan tindak pidana korupsi yang mereka hadapi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa selain Sekretaris Daerah Cilacap, beberapa pejabat penting yang turut serta dalam rombongan menuju Jakarta antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.

Baca Juga:Jateng Diobok-obok KPK Lagi! Gubernur Luthfi Beri Peringatan Keras ke Para Bupati

Kehadiran begitu banyak pejabat eselon tinggi ini mengisyaratkan bahwa dugaan korupsi yang menjerat Bupati Syamsul mungkin melibatkan jaringan yang lebih luas di lingkungan Pemkab Cilacap.

Sebelum rombongan Bupati Syamsul bertolak ke Jakarta, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap, Basuki Priyo Nugroho, sempat mendatangi Gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, ia keluar pada pukul 20.45 WIB dan menolak memberikan komentar kepada wartawan. Basuki mengaku baru saja melaksanakan dinas luar kota dan hanya berada di lantai 1 Gedung Satreskrim, tanpa bertemu dengan Bupati Syamsul maupun penyidik KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa OTT ini terkait dugaan penerimaan dari proyek-proyek di Kabupaten Cilacap. "Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/3). KPK kini memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Syamsul dan 26 orang lainnya. Drama penangkapan dan perjalanan malam menuju Jakarta ini menjadi babak baru dalam upaya KPK membongkar dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara di daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak