alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dilabeli Kafir, Gus Miftah Tegaskan Tak Kapok Datang ke Gereja

Budi Arista Romadhoni Kamis, 06 Mei 2021 | 19:02 WIB

Dilabeli Kafir, Gus Miftah Tegaskan Tak Kapok Datang ke Gereja
Gus Miftah di GBI Amanat Agung Jakarta - (Instagram/@gusmiftah)

Gus Miftah menegaskan tak kapok datang ke gereja untu memberikan wawasannya tentang islam dan perdamaian

SuaraJawaTengah.id - Pemuka agama dan tokoh Nahdlatul Ulama, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang sering dipanggil Gus Miftah menjadi sorotan masyarakat. Hal itu karena Gus Miftah ceramah di gereja

Gus Miftah saat itu datang pada peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara.

Dilansir dari Hops.id, setelah memberikan ceramah di Gereja itu, Gus Miftah dilabeli dengan sebutan ‘kafir’ atau keluar dari keyakinan Islam. Lantas, benarkah hal tersebut membuat Gus Miftah menjadi kapok?

Pada wawancara khusus yang ditayangkan langsung di Kompas TV, Gus Miftah mendapat pertanyaan dari presenter mengenai keputusannya hadir di peresmian gereja. Jika sudah demikian, tanya sang pembawa acara, apakah dia masih mau dan berani melakukan hal serupa?

Baca Juga: Gus Miftah Masuk Gereja, Disinggung Ustaz Adi Hidayat dan UAS?

“Apakah dengan tekanan yang luar biasa kepada Gus Miftah karena datang gereja, Gus Miftah bakal berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal serupa?” tanya presenter ke Gus Miftah, dikutip Kamis 6 Mei 2021.

Mendengar pertanyaan tersebut, Gus Miftah lantas mengaku tak pernah menyesali keputusannya. Bahkan, menurutnya, jika ada kesempatan lagi, dia tak sungkan kembali hadir dan berpidato di hadapan jamaah gereja.

“Saya pikir enggak. Saya punya guru, dan mereka mengatakan, yang penting akidah saya terjaga (saat di gereja). Jadi enggak masalah,” respons Gus Miftah.

Namun, ada satu hal yang dia sayangkan. Hingga saat ini, sudah banyak—bahkan tak terhitung—pemuka agama Islam yang hadir dan berdakwah di rumah ibadah lain. Akan tetapi, mengapa hanya dirinya yang mendapat penghakiman, sampai-sampai disebut kafir dan tidak beragama?

“Tapi kenapa yang dipersoalkan hanya saya? Makanya, berkat kasus ini, saya enggak akan menjadi goyah atau segala macem. Enggak! Selama ada kebaikan, saya akan tetap lakukan (berpidato di gereja).”

Baca Juga: Top 5 SuaraJogja: Dixie Pamit, Kisah Mualaf Warga Lapas Cebongan Cari Tuhan

“Lagipula kehadiran saya bukan dalam rangka peribadahan, melainkan peresmian gereja. Jadi saya rasa fine-fine saja,” tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait