Ketupat Jembut, Makanan Khas Semarang Ketika Menyambut Syawalan

Warga setempat merayakan Syawalan dengan cara weh-wehan atau saling memberi ketupat jembut

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 20 Mei 2021 | 09:27 WIB
Ketupat Jembut, Makanan Khas Semarang Ketika Menyambut Syawalan
Ketupat Jembut makanan khas Semarang ketika Syawalan (suara.com/DafiYusuf)

SuaraJawaTengah.id - Warga di Pedurungan Tengah, Pedurungan, Kota Semarang mempunyai tradisi untuk untuk memperingati Syawalan. Warga setempat merayakan Syawalan dengan cara weh-wehan atau saling memberi ketupat jembut.

Perayaan tersebut dimulai sejak pagi buta. Warga yang berkumpul didominasi oleh anak-anak yang berbaris rapi sejak jam 5 pagi. Adapun  orang tua, mereka bisa dipastikan sedang mengantar anak atau cucu mereka.

Nantinya ketupat jembut itu diberikan kepada anak-anak yang berkumpul, selanjutnya anak-anak tersebut memberikan  ketupat tersebut kepada sanak saudara atau tetangga dengan maksut agar warga sekitar sama-sama merasakan perayaan Syawalan dengan memakan ketupat jembut.

Jika dilihat, ketupat jembut  berbeda pada kupat lebaran pada umumnya. Ketupat ini memiliki rasa yang kuat karena sudah diberi bumbu saat pengolahan. Selain itu dinamai kupat jembut karena isiannya yang berupa tauge sampai keluar dari bungkus ketupat.

Baca Juga:Dimaki-maki Warganet, Wali Kota Semarang Langsung Beri Respon Telak

Ketua RW 1 Pedurungan Tengah, Wasihi Darono mengatakan, bahwa tradisi bagi ketupat ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Warga sekitar tak banyak yang tau arti dibalik tradisi weh-wehan ketupat jembut itu.

"Hanya sedikit yang tau, katanya simbol perjuangan," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/5/2021).

Dia menyebut, tradisi itu memang dilakukan orang dewasa dan diperuntukan untuk anak-anak sebagai simbol untuk meneruskan tradisi ke generasi yang lebih muda. Selain mendapatkan Ketupat Jembut, anak-anak ini juga menerima uang fitrah.

"Kalau yang tak bisa memberi ketupat jembut biasanya memberikan  uang fitrah," ujarnya.

Bagi warga yang penasaran dengan ketupat kembut tak perlu khawatir karena tradisi tersebut diadakan setiap satu tahun satu kali ketika Syawalan. Apalagi sampai saat ini warga sekitar antusiasme untuk mengikuti tradisi tersebut cenderung naik.

Baca Juga:Bolos, 3 ASN Pemkot Semarang Langsung Dipotong Tambahan Penghasilan

"Alhamdulillah untuk antusiasme warga cenderung naik karena tradisi ini  diperuntukan untuk anak-anak," ucapnya.

Dia berharap agar warga bisa menjaga tradisi  weh-wehan ketupat jembut. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan tradisi yang baik dan harus dijaga. Dengan berjalannya tradisi weh-wehan tersebut, warga sekitar diharapkan bisa semakin kompak.

"Tradisi baik seperti itu harus kita urri-uri karena bisa merekatkan hubungan antar warga,"  imbuhnya.

Perwakilan warga, Tri Martiningsih berharap  agar tradisi weh-wehan ketupat jembut dapat terus dilakaukan. Menurutnya tradisi tersebut adalah tradisi baik yang harus dijaga.

"Saya kesini mengantar cucu saya.  Saya mendukung tradisi seperti ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak