Di Balik Meledaknya Covid-19 di Kudus, Dari Keterbatasan SDM Hingga Tradisi Lebaran

Meledaknya Covid-19 di Kabupaten Kudus menjadi perhatian banyak pihak, melonggarkan protokol kesehatan bisa menjadi penyebab penularan virus corona secara cepat

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 09 Juni 2021 | 13:53 WIB
Di Balik Meledaknya Covid-19 di Kudus, Dari Keterbatasan SDM Hingga Tradisi Lebaran
Portal terpasang di jalan utama Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai upaya menekan penyebaran kasus COVID-19 dengan meminimalkan mobilitas warganya, Kamis (27/5/2021). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]
Sungkeman atau bermaaf-maafan merupakan salah satu tradisi Lebaran di Indonesia. (Shutterstock)
Sungkeman atau bermaaf-maafan merupakan salah satu tradisi Lebaran di Indonesia. (Shutterstock)

Faktor utama sebaran Covid-19 meninggi di Kudus dikatakan Bupati disebabkan tradisi silaturahmi saat hari raya Idulfitri.

"Faktor yang paling signifikan itu yakni anjang sana (silaturahmi) saat Lebaran. Karena di situ, mereka banyak berkunjung, lalu nyemil, minum atau makan bareng sambil mengobrol pada jarak yang sangat dekat. Sehingga droplet mudah menyebar," bebernya.

Budaya Ketupat

Warga menata kulit ketupat di Blok Kupat Caringin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Ilustrasi ketupat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Selain itu, masyarakat Kudus memiliki tradisi hari raya Kupatan pasca tujuh hari Idulfitri. 

Baca Juga:Tambah 755 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 437.087 Orang

Di mana pada masa itu, dipergunakan masyarakat untuk berpelesir ke destinasi wisata, baik objek wisata di Kudus maupun di daerah luar.

"Pada hari raya Ketupat banyak warga yang rekreasi. Sebenarnya, objek wisata di Kudus sudah kita batasi, bahkan ada yang kita tutup. Artinya kita sudah sekat dan antisipasi. Namun objek wisata di daerah lain di luar Kudus kan banyak yang buka seperti di Jepara dan Rembang, akhirnya pada lari ke sana. Itu juga menjadi faktor juga untuk lonjakan ini," imbuh Hartopo.

Masih Ditemukan Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan (Prokes)

Satgas Padat Karya Penanganan COVID-19 Kelurahan Pejaten Barat memasangkan masker kepada seorang anak saat sosialisasi protokol kesehatan di Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (22/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan masih ditemukan warga yang tak patuh prokes saat gerakan Kudus di Rumah Saja.

"Kita memberikan imbauan kepada warga masyarakat untuk dirumah saja dan mematuhi Protokol Kesehatan 5M. Selain imbauan, kami juga menggelar Operasi Yustisi penegakan disiplin Prokes disejumlah lokasi. Hasilnya, masih ada warga masyarakat yang belum patuh menggunakan masker,” ucap AKBP Aditya Surya Dharma.   

Baca Juga:Lebih dari 50 Kasus Covid-19 Muncul di 7 Kapanewon, Bantul Prioritaskan Vaksinasi Lansia

Diduga Limbah Medis Berserakan di Kawasan Alun alun Kudus

Limbah medis COVID-19 dibuang di pinggir Jalan Raya Sukatani-Cabangbungin, Sukakarya, Kabupaten Bekasi. (ist)
Ilustrasi limbah medis COVID-19 dibuang di pinggir Jalan Raya  (ist)

Diduga limbah medis berserakan di jembatan penyeberangan orang (JPO) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (7/6/2021). Berupa limbah rapid tes dan alat suntik.

"Itu kan harusnya pake petugas kesehatan lingkungan (Kesling). Limbah medis itu biasanya ditangani penyedia jasa yang menangani untuk memusnahkan. Sampah medis ada tempatnya sendiri, plastik kuning itu kan. Jadi tidak sembarangan untuk pengemasannya. Termasuk bekas tes swab antigen," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nasiban.

Kontributor : Fadil AM

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak