Di Balik Meledaknya Covid-19 di Kudus, Dari Keterbatasan SDM Hingga Tradisi Lebaran

Meledaknya Covid-19 di Kabupaten Kudus menjadi perhatian banyak pihak, melonggarkan protokol kesehatan bisa menjadi penyebab penularan virus corona secara cepat

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 09 Juni 2021 | 13:53 WIB
Di Balik Meledaknya Covid-19 di Kudus, Dari Keterbatasan SDM Hingga Tradisi Lebaran
Portal terpasang di jalan utama Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai upaya menekan penyebaran kasus COVID-19 dengan meminimalkan mobilitas warganya, Kamis (27/5/2021). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]

"Pada hari raya Ketupat banyak warga yang rekreasi. Sebenarnya, objek wisata di Kudus sudah kita batasi, bahkan ada yang kita tutup. Artinya kita sudah sekat dan antisipasi. Namun objek wisata di daerah lain di luar Kudus kan banyak yang buka seperti di Jepara dan Rembang, akhirnya pada lari ke sana. Itu juga menjadi faktor juga untuk lonjakan ini," imbuh Hartopo.

Masih Ditemukan Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan (Prokes)

Satgas Padat Karya Penanganan COVID-19 Kelurahan Pejaten Barat memasangkan masker kepada seorang anak saat sosialisasi protokol kesehatan di Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (22/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan masih ditemukan warga yang tak patuh prokes saat gerakan Kudus di Rumah Saja.

"Kita memberikan imbauan kepada warga masyarakat untuk dirumah saja dan mematuhi Protokol Kesehatan 5M. Selain imbauan, kami juga menggelar Operasi Yustisi penegakan disiplin Prokes disejumlah lokasi. Hasilnya, masih ada warga masyarakat yang belum patuh menggunakan masker,” ucap AKBP Aditya Surya Dharma.   

Baca Juga:Tambah 755 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 437.087 Orang

Diduga Limbah Medis Berserakan di Kawasan Alun alun Kudus

Limbah medis COVID-19 dibuang di pinggir Jalan Raya Sukatani-Cabangbungin, Sukakarya, Kabupaten Bekasi. (ist)
Ilustrasi limbah medis COVID-19 dibuang di pinggir Jalan Raya  (ist)

Diduga limbah medis berserakan di jembatan penyeberangan orang (JPO) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (7/6/2021). Berupa limbah rapid tes dan alat suntik.

"Itu kan harusnya pake petugas kesehatan lingkungan (Kesling). Limbah medis itu biasanya ditangani penyedia jasa yang menangani untuk memusnahkan. Sampah medis ada tempatnya sendiri, plastik kuning itu kan. Jadi tidak sembarangan untuk pengemasannya. Termasuk bekas tes swab antigen," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nasiban.

Kontributor : Fadil AM

Baca Juga:Lebih dari 50 Kasus Covid-19 Muncul di 7 Kapanewon, Bantul Prioritaskan Vaksinasi Lansia

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini