Punya Kalender Kuno Sendiri, Warga Penghayat Lereng Merapi Peringati Tahun Baru Respati

Warga pengghayat kepercayaan jawa, menggunakan siklus matahari sebagai penentu perubahan tanggal.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 18 Juni 2021 | 07:32 WIB
Punya Kalender Kuno Sendiri, Warga Penghayat Lereng Merapi Peringati Tahun Baru Respati
Penghayat kepercayaan Pahoman Sejati menggelar ritual Badrawarna di ‘makam Punokawan’ dan Sendang Umbul Sewu. Menyambut tahun baru Jawa Respati. [suara.com/ Angga Haksoro Ardhi]

Mereka meyakini, berkah air Sendang Umbul Sewu dapat mengobati berbagai penyakit dan menjauhkan warga dari bencana. Sendang ini dipercaya sebagai tirta nirmala atau air yang dapat mengeluarkan manusia dari sengkala (celaka atau halangan).

Menurut Kikis, titra itu berarti air dan nirmala bermakna keluar dari sengkala. Maka masyarakat lokal bahkan dari luar daerah percaya bahwa air sendang dapat menjadi lantaran menyembuhkan penyakit.

“Bukan karena airnya ya. Tuhan memberikan kekuatan kepada air ini. Harapan kami setelah selesainya ritual mohon kepada Tuhan yang Maha Esa, semoga pagebluk Corona segera sirna.”

Berdasarkan penjelasan Ki Rekso Jiwo, tahun 6423 Jawa Respati memiliki watak ngayemi, murah ati, blobo (dermawan), jahat, serakah, dan goroh (bohong). Jika ada pemimpin yang naik tahta pada tahun ini akan dilingkupi perselisihan dan mangkir dari tanggung jawab.

Baca Juga:Resahkan Warga, Polres Magelang Tangkap Residivis Preman Kampung

Warga penghayat Pahoman Sejati bersama Padepokan Seni Budi Aji menggelar rangkaian peringatan tahun baru Jawa Respati selama 2 hari. Usia mengambil air di Sendang Umbul Sewu, acara dilanjutkan dengan ritual dan kirab sesaji di padepokan.

Kegiatan dipusatkan di Padepokan Seni Budi Aji di Dusun Wonogiri Kidul, Desa Kapuhan, Sawangan. Pertunjukan wayang kulit dan pentas sendra tari akan digelar selama acara.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini