Wasapada Lur! 35 Persen Pasien Meninggal Karena Covid-19 di Klaten Bukan Komorbid

Sebanyak 35 persen pasien Covid-19 yang meninggal di Klaten bukan Komorbid, artinya masyarakat yang tidak memilki penyakit bawaan harus waspada

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 22 Juni 2021 | 18:32 WIB
Wasapada Lur! 35 Persen Pasien Meninggal Karena Covid-19 di Klaten Bukan Komorbid
Ilustrasi Pemakaman jenazah Covid-19. Sebanyak 35 persen pasien Covid-19 yang meninggal di Klaten bukan Komorbid. [Ayobandung.com]

SuaraJawaTengah.id - Penyebaran virus Corona saat ini kian mengkhawatirkan. Sejumlah daerah melaporkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19, termasuk di Kabupaten Klaten. 

Selain terjadinya lonjakan, Pemerintah Kabupaten Klaten melaporkan fakta-fakta baru soal penyebaran Covid-19. . Sebanyak 35% dari total 668 pasien positif Covid-19 yang meninggal di Klaten diketahui tak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Dilansir dari Solopos.com, Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 10.665 orang hingga Senin (21/6/2021). Dari jumlah itu, 8.903 orang sembuh, 668 orang meninggal dunia, dan 1.094 orang menjalani perawatan atau isolasi mandiri.

“Untuk angka kematian di Klaten memang tinggi sekitar 6,2 persen dan lebih tinggi dari angka kematian nasional maupun provinsi,” kata Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, saat ditemui wartawan di Diskominfo Klaten, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga:Ya Ampun! Ruang Isolasi di RS QIM Batang Penuh, Sejumlah Pasien Dirawat di Tenda Darurat

Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan mayoritas pasien positif Covid-19 meninggal dunia sudah berusia lanjut (lansia). Cahyono kembali mengingatkan agar seluruh warga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Apalagi kasus pasien Covid-19 meninggal dunia tak hanya dialami pasien yang memiliki komorbid. “Jika dilihat dari angka kasus, sekitar 65 persen pasien meninggal dunia memiliki komorbid. Sementara 35 persen itu tanpa komorbid. Oleh karena itu, semua tetap harus waspada,” katanya.

Tim Pemakaman Kewalahan

Cahyono menyebut saat ini masih banyak warga yang merasa aman karena tidak memiliki komorbid kemudian mengabaikan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Koordinator tim dukungan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Sasongko Agung Wibowo, mengatakan sepekan terakhir jumlah pasien positif corona yang meninggal dan dimakamkan stabil tinggi.

Baca Juga:Lonjakan Kasus Bikin Desakan Lockdown Menguat, Kemenkes: Tunggu Keputusan Pemerintah

“Kondisi itu berbanding lurus dengan jumlah terkonfirmasi. Paling banyak kemarin [Minggu] dengan total 22 jenazah dengan status ada yang suspek ada yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya paling banyak itu 15 jenazah,” kata, Senin (21/6/2021).

Agung mengakui tim sempat kewalahan menangani proses pemakaman saking banyaknya jumlah jenazah yang dimakamkan. Satu kali pemakaman membutuhkan 10 orang dan setiap tim tak bisa bertugas lebih dari sekali dalam sehari guna menjaga kondisi mereka.

“Kalau dihitung kewalahan, ya kami kewalahan karena tim berganti-ganti. Satu kali pemberangkatan itu 10 personel. Dengan total jenazah kemarin setidaknya butuh 220 orang,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak