alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! 323 Anak di Kota Tegal Terpapar Covid-19, Mayoritas Usia Sekolah

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 25 Juni 2021 | 15:34 WIB

Duh! 323 Anak di Kota Tegal Terpapar Covid-19, Mayoritas Usia Sekolah
Ilustrasi anak pakai masker. Ratusan anak di Kota Tegal terpapar Covid-19 (Shutterstock)

Mayoritas ratusan anak di Kota Tegal terpapar Covid-19 adalah kelompok usia sekolah

SuaraJawaTengah.id - ‎Ratusan anak di Kota Tegal terpapar Covid-19. Mayoritas dari mereka adalah kelompok usia sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indraswari mengatakan, kasus anak positif Covid-19 selama pandemi total mencapai 323 kasu‎s.

"Rinciannya usia 0 - 5 tahun atau balita sebanyak 55 kasus, dan usia 6 - 18 tahun atau usia sekolah sebanyak 268 kasus," ujar Prima mengacu data Dinas Kesehatan, Jumat (25/6/2021).‎

Dari jumlah 55 anak di bawah lima tahun yang terinfeksi virus corona, Prima menyebut ada satu yang meninggal. "Selama pandemi ini ada satu anak yang meninggal," ungkapnya.

Baca Juga: Dinkes DKI Jakarta: Semua Merk Vaksin Ampuh Cegah Varian Mutasi Virus Baru

Sementara itu, warga yang positif Covid-19 selama pandemi paling banyak berusia 31 hingga 45 tahun.

"‎Jumlah kasus Covid-19 warga berusia 31 sampai 45 tahun ada 753 kasus selama pandemi," ungkap Prima.

‎Kemudian kelompok usia terbanyak kedua yakni usia 46 - 60 tahun. Terdapat 690 kasus Covid-19 dari kelompok usia ini. 

"Kelompok usia terbanyak ketiga adalah 19 sampai 30 tahun. Jumlahnya 529 orang. Kalau lansia atau 60 tahun ke atas jumlahnya 408 orang," ucapnya. 

Prima mengatakan, dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini, pihaknya tak mengizinkan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Dua Daerah di Kepri Masuk 10 Wilayah Risiko Paling Tinggi Penularan Covid-19

"Saya melarang sekolah tatap muka. Kemarin ada pengurus pesantren minta izin untuk sekolah tatap muka, tapi saya tidak beri izin. Berisiko kalau tatap muka. Apalagi ada varian baru yang lebih cepat menular dan anak-anak lebih rentan terkena," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait