alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemakaman Standar Prokes, Sukarelawan Pemakaman di Klaten Lupa Lepas Tali Pocong

Budi Arista Romadhoni Kamis, 22 Juli 2021 | 15:56 WIB

Pemakaman Standar Prokes, Sukarelawan Pemakaman di Klaten Lupa Lepas Tali Pocong
Ilustrasi kuburan di Klaten terpaksa dibongkar, hal itu karena permintaan keluarga yang meyakini tali pocong almarhumah belum dilepas. (Shutterstock).

Kuburan di Klaten terpaksa dibongkar, hal itu karena permintaan keluarga yang meyakini tali pocong almarhumah belum dilepas

SuaraJawaTengah.id - Kisah dibongkarnya kuburan warga Bulusan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, menghebohkan warga. Hal itu lantaran permintaan keluarga yang yakin tali pocong almarhumah belum dilepas. 

Kuburan milik almarhumah WN warga Klaten itu dibongkar pada pada Minggu (18/7/2021). Kuburan itu dibongkar karena tali pocong jenazahnya belum dilepas.

Dilansir dari Solopos.com, pembongkaran makam itu dilakukan atas permintaan anggota keluarga mendiang WN, 54, warga Klaten yang mengaku sering diprimpeni alias didatangi almarhumah lewat mimpi saat tidur di waktu sebelumnya.

Kapolsek Karangdowo, AKP Aleg Ipanudin, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengaku turut memantau pembongkaran kuburan guna melepas tali pocong jenazah warga Desa Bulusan itu. Pembongkaran tersebut dilakukan atas permintaan dari anggota keluarga mendiang WN.

Baca Juga: Kelangkaan Oksigen Masih Terjadi di Klaten, Warga Harus Berburu ke Luar Daerah

“Anggota keluarga yang meninggal dunia memang sering dipripeni. Infonya mendiang WN sering nangis dan minta dilepas. Sehingga anggota keluarganya minta tolong ke perangkat desa agar melepas tali pocongnya,” katanya kepada, Kamis (22/7/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, WN merupakan wanita penjual makanan di Bogor, Jabar. Meski meninggal dunia di Bogor, almarhumah dimakamkan di Desa Bulusan, kecamatan Karangdowo. Mendiang WN merupakan istri dari GY yang merupakan warga asli Bulusan.

Jenazah tak dibongkar

Pemakaman jenazah WN melibatkan sukarelawan Kecamatan Karangdowo. Meski tak terpapar virus corona, jenazah yang dikirim oleh rumah sakit (RS) di Bogor langsung dikebumikan di tempat permakaman umum (TPU) di Bulusan, kecamatan setempat. Saat pemakaman, tim sukarelawan tak membuka peti jenazah WN yang sudah dikirim dari RS tersebut.

Selang tujuh hari dari pemakaman tersebut, yakni Minggu (18/7/2021) sore, tiba-tiba makam jenazah WN dibongkar. Gara-garanya, tali pocong jenazah WN belum dilepas.

Baca Juga: Orang-orang Ini Berjuang Keras Isi Tabung Oksigen untuk Teman dan Istri

Kisah misteri tali pocong jenazah yang belum dilepas itu kali pertama diketahui beberapa anggota keluarga mendiang WN. Di antaranya GY yang menjadi suami mendiang WN dan saudara WN lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait