alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada 33 Pengikut di Jawa Tengah, Ini Fakta-fakta Agama Baha'i: Pernah Dilarang Soekarno

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 30 Juli 2021 | 08:56 WIB

Ada 33 Pengikut di Jawa Tengah, Ini Fakta-fakta Agama Baha'i: Pernah Dilarang Soekarno
Potret Abdul-Baha, pemimpin agama Baha'i yang juga anak sulung Baha’ullah, terpajang di Kantor Pusat Agama Bahai Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat. [Suara.com/Erick Tanjung]

Agama Baha'i menjadi perbincangan publik, keberadaannya masih dipertanyakan, karena belum diakui di Indonesia

SuaraJawaTengah.id - Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terdapat penganut Agama Bahai. Tercatat saat ini ada sebanyak 33 umat Agama Baha'i di Bumi Mina Tani.

Belakangan Agama Baha'i memang menjadi perbincangan publik. Hal itu usai mendapatkan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.

Banyak orang bertanya-tanya mengenai apa itu agama Baha'i, asal usul agama Baha'i hingga jejak agama Baha'i di Indonesia.

Dilansir dari Suara.com,  berikut beberapa fakta seputar agama Baha'i yang mendapatkan ucapan selamat hari raya dari Gus Yaqut, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Perjalanan Spiritual Lukman Sardi, Pilih Kristen usai Perdalam Agama Islam

1. Dibawa dari Persia

Buku Agama Baha'i. [Suara.com/Fadil AM]
Buku Agama Baha'i. [Suara.com/Fadil AM]

Lahirnya agama Baha'i tak lepas dari seorang saudagar dari Kota Shiraz, Iran, bernama Siyyid Mírzá Alí-Muammad.

Ia kemudian mendapuk dirinya dengan gelar Sang Bab, yang artinya gerbang. Pada 23 Mei 1844, Sang Bab yang berusia 25 tahun mengakui menerima wahyu dari Tuhan.

Ia melakukan gerakan keagamaan bernama Bab. Gerakan keagamaan Bab ini menyebar ke seantero kerajaan Persia (kini Iran) pada masa itu.

Para pemuka agama Islam pada masa itu menentang. Gerakan Bahai ketika itu mendapat banyak tantangan dari para pemuka agama Islam di sana.

Baca Juga: Lukman Sardi Heran saat Guru Agama Sebut Non Muslim Bakal Masuk Neraka

Sang Bab akhirnya meninggal dieksekusi mati pada 1850 di lapangan Tabriz pada usia 30 tahun. Bersamaan dengan itu 20.000 pengikutnya juga dieksekusi mati.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait