Duh! Kasus Kematian Karena Covid-19 di Jateng Tertinggi Kedua Nasional

Kasus kematian karena Covid-19 di Jateng masih cukup tinggi, update terakhir provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo menduduki peringkat kedua nasional

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 01 Agustus 2021 | 13:10 WIB
Duh! Kasus Kematian Karena Covid-19 di Jateng Tertinggi Kedua Nasional
Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19. Kasus kematian karena Covid-19 di Jateng masih cukup tinggi, update terakhir provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo menduduki peringkat kedua nasional. (Antara)

SuaraJawaTengah.id - Melonjaknya kasus Covid-19 terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah. Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19  di Jateng terbilang tinggi.

Bahkan berdasarkan catatan Satgas Covid-19 pusat, angka kematian Covid-19 di Jateng hingga 31 Juli 2021 tertinggi kedua di Indonesia dengan jumlah 19.343 jiwa. Sementara, kasus kematian tertinggi masih ditempati Jawa Timur (Jatim) dengan jumlah 20.330 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, mengaku pihaknya terus berupaya menekan angka prevalensi kematian Covid-19 di Jateng.

“Salah satu upaya kita [menekan prevalensi kematian Covid-19] adalah dengan melakukan percepatan vaksinasi, terutama terhadap kelompok prioritas yang memiliki risiko kematian tinggi,” terang Yulianto dilansir dari Solopos.com, Sabtu (31/7/2021) malam.

Baca Juga:Apa Penyebab Sertifikat Vaksin Tidak Muncul saat Dicari?

Yulianto menyebutkan berdasarkan profil kematian Covid-19 di Jateng, paling banyak kelompok yang rentan mengalami kematian adalah usia di atas 40 tahun, pasien dengan penyakit penyerta atau komorbiditas, dan pasien yang terpapar varian Delta atau B1617.2.

“Kalau berdasarkan profil kematian Covid-19 di Jateng, usia 40 tahun ke atas itu mencapai 90%. Kemudian, pasien dengan komorbiditas mencapai 82%, dan mayoritas terpapar varian Delta,” terang Yulianto.

Dengan profil kematian itu, Yulianto pun mengaku prioritas sasaran vaksinasi di Jateng saat ini masih menyasar kepada kelompok lansia dan pralansia, atau pasien usia 40 tahun ke atas.

Komorbid Diabetes & Hipertensi

Selain itu, pasien dengan komorbiditas diabetes melitus (DM) dan hipertensi, serta ibu hamil dengan risiko tinggi.

Baca Juga:Pandemi Covid-19 Picu Kenaikan Kasus Kekerasan pada Anak di Pekanbaru

“Kami juga mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota, serta TNI-Polri untuk lebih mengutamakan atau mendahulukan vaksinasi kepada kelompok pralansia dan lansia [usia 40 tahun ke atas]. Karena mereka yang paling berisiko terpapar dan mengalami kematian,” imbuh Yulianto.

Selain mempercepat vaksinasi, upaya menekan tingkat kematian Covid-19 di Jateng juga dilakukan dengan terus menambah kapasitas tempat tidur baik ICU maupun isolasi.

Salah satunya melalui pengalihan status tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19.

“Saat ini pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Asrama Haji Donohudan sudah tahap finalisasi. Harapan kami, awal Agustus nanti sudah beroperasi guna meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi maupun ICU,” terang Yulianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini