alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Yuk Isoman Iso di Magelang, Gencar Bantu Pasien Isolasi Mandiri

Ronald Seger Prabowo Senin, 02 Agustus 2021 | 11:36 WIB

Kisah Yuk Isoman Iso di Magelang, Gencar Bantu Pasien Isolasi Mandiri
Penyerahan bantuan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Konsultasi medis jarak jauh ini merupakan bagian dari gerakan sosial Isoman Iso yang memberikan pendampingan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di Magelang.

SuaraJawaTengah.id - Malam itu Tri Mufidah Nastiti tidak bisa tidur nyenyak. Dua jam sekali telponnya berdering dihubungi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Di ujung telepon pasien mengeluh sesak nafas. Keluarga yang medampingi pasien panik karena saturasi oksigen turun hingga di bawah 90 persen.

“Per dua jam orangnya telepon sambil panik. Laporan batuk, sesak nafas. Itu sepanjang malam, sampai pagi kita monitor,” kata Mufidah.

Dalam situasi itu pasien maupun keluarga yang mendampingi pasti panik. Padahal tidak sembarangan obat selain yang telah diresepkan dokter bisa diberikan.

Baca Juga: Bosnya jadi Tersangka, Polisi-Jaksa Izinkan PT ASA Penimbun Obat Covid Kembali Beroperasi

“Yang bisa kami sarankan cuma oksigen. Kalau nggak bisa dapat oksigen mau bagaimana lagi,” kata Mufidah.

Beruntung Mufidah sudah akrab menghadapi situasi ini. Pengalamannya mendampingi pasien gangguan mental di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia, berguna membantu menenangkan pasien yang diserang kepanikan.  

“Saya lebih banyak support metal health pasien. Kalau konsul medis ke dokter Guntur Heri. Saya motivasi kalau pasien sulit konsultasi dengan dokter karena faktor kebingungan mau ngomong apa. Biasanya saya yang menjembatani.”

Konsultasi medis jarak jauh ini merupakan bagian dari gerakan sosial Isoman Iso yang memberikan pendampingan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di Magelang.

Relawan Isoman Iso adalah gabungan anggota komunitas sosial Jawilan Kemanusiaan, Berbagi Nasi Magelang, dan Jamaah Kopdariyah yang semula bergerak di lingkup kerja masing-masing.

Baca Juga: Satgas Riau: Kasus Kematian Covid-19 Meningkat Karena Belum Vaksin dan Terlambat ke RS

Jawilan Kemanusiaan yang berdiri pada Maret 2020, dibentuk untuk merespon situasi pandemi. Mereka semula fokus pada pemberian bantuan APD tenaga medis di puskesmas, masker gratis untuk masyarakat, dan donasi bahan pokok.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait