Amerika Serikat dan Sekutu Sudah Mengevakuasi 111.000 Orang di Afghanistan

Evakuasi oleh Amerika Serikat di Afghanistan terus dilakukan hingga 31 Agustus mendatang

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 29 Agustus 2021 | 08:05 WIB
Amerika Serikat dan Sekutu Sudah Mengevakuasi 111.000 Orang di Afghanistan
Ratusan warga Afghanistan memenuhi ruangan dalam pesawat C-17 Globemaster III milik AU AS menuju Qatar dari Kabul, Minggu (15/8/2021). (ANTARA/Courtesy of Defense One/HO via Reuters)

SuaraJawaTengah.id - Semenjak Afghanistan dikuasai taliban, sejumlah negara terus melakukan evakuasi penduduk asing maupun warga setempat. 

Seperti Amerika Serikat membawa keluar sebanyak mungkin orang dari Afghanistan. Hal itu pun dilakukan sesegera mungkin sebelum tenggat 31 Agustus berakhir, di tengah keamanan yang semakin memburuk.

Dilaporkan, AS dan negara-negara mitranya telah mengevakuasi sekitar 111.000 orang sejak 14 Agustus, yaitu satu hari sebelum Taliban menguasai Kabul Afghanistan, kata Gedung Putih pada Jumat (27/8/2021).

Berikut keterangan rinci soal upaya evakuasi oleh negara per negara:

Baca Juga:Staf Kedutaan Teledor, Dokumen Penting di Afghanistan Bisa Diakses dengan Mudah

Amerika Serikat

Militer AS, jika diperlukan, akan terus menerbangkan orang-orang dari bandara Kabul sampai 31 Agustus, kata Pentagon, markas besar Departemen Pertahanan AS.

Namun, kata Pentagon, militer AS pada hari-hari terakhir akan memprioritaskan penarikan pasukan dan peralatan militer.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah sejak 14 Agustus telah mengevakuasi 5.100 warga negara AS.

Di Afghanistan, masih ada sekitar 1.500 warga negara AS. Washington sedang berupaya mengontak mereka atau sudah memberikan instruksi kepada mereka soal bagaimana mereka bisa mencapai bandara Kabul.

Baca Juga:FIFA Rundingkan Rencana Evakuasi Atlet Afghanistan

Warga berusaha menuju Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). [Antara/Reuters/Stringer/FOC/djo]
Warga berusaha menuju Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). [Antara/Reuters/Stringer/FOC/djo]

Kanada

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini