alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nama AHHA PS Pati FC 'Menghilang' dari Daftar Peserta Liga 2 2021

Ronald Seger Prabowo Kamis, 16 September 2021 | 17:34 WIB

Nama AHHA PS Pati FC 'Menghilang' dari Daftar Peserta Liga 2 2021
Atta Halilintar bersama istri dan petinggi klub AHHA PS Pati [Suara.com/Yuliani]

AHHA PS Pati diketahui masih menggunakan nama lama yakni Putra Safin Grup yang sebelumnya mengakuisisi Putra Sunan Giri.

SuaraJawaTengah.id - Nama AHHA PS Pati FC menghilang dari daftar kontestan Liga 2 2021.

Hal itu diketahui setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar manager meeting dengan seluruh perwakilan klub, Kamis (16/9/2021).

Dalam bagan yang beredar tersebut dari 24 klub Liga 2 2021 terbagi menjadi empat grup dengan masing-masing enam tim.

AHHA PS Pati diketahui masih menggunakan nama lama yakni Putra Safin Grup yang sebelumnya mengakuisisi Putra Sunan Giri.

Baca Juga: Pelatih Dewa United Sebut Yustinus Pae Dibutuhkan oleh Tim

Tim berjulukan Saridin Dark Horse itu tergabung di Grup C bersama Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, PSCS Cilacap, Hizbul Wathan FC.

Kondisi itu sejatinya memang bukan hal mengejutkan. Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno menyebut nama AHHA PS Pati FC belum berlaku di Liga 2 2021. PT LIB hanya mengakui nama PSG Pati sesuai hasil Kongres Tahun PSSI 2021.

Gelandang AHHA PS Pati FC, Ichsan Kurniawan berusaha melewati adangan bek Persija Jakarta, Marco Motta dalam uji coba di National Youth Training Center kawasan Sawangan, Depok, Senin (23/8/2021). [Dok AHHA PS Pati FC]
Gelandang AHHA PS Pati FC, Ichsan Kurniawan berusaha melewati adangan bek Persija Jakarta, Marco Motta dalam uji coba di National Youth Training Center kawasan Sawangan, Depok, Senin (23/8/2021). [Dok AHHA PS Pati FC]

Hal itu mengacu pada pasal 17 Statuta PSSI tahun 2019 pada ayat F, di mana perubahan nama klub harus disahkan oleh Komite Eksekutif (Exco). Dalam hal ini PSSI akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum diputuskan dalam Kongres.

“Kalau itu kan terkait regulasi, terkait perubahan nama, logo, hingga kepemilikan itu kan ada administrasinya. Itu juga kami akan melihat keputusan dari kongres, namanya berubah jadi apa,” kata Sudjarno beberapa waktu lalu.

"Jadi PSG Pati. Itu masih seperti itu karena take over-nya juga belum lama juga. Dan itu kan perlu jangka waktu dan akan ada prosesnya. Terus kemarin yang sudah diputuskan di kongres itu yang menjadi rujukan kami semua secara administrasi," jelasnya.

Baca Juga: Sudah Standar FIFA, Gibran Berharap Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 2

Dalam manager meeting itu, dihasilkan sejumlah keputusan. Misalnya penunjukkan tuan rumah untuk fase penyisihan putaran pertama.

Stadion Jakabaring Palembang, Stadion Manahan Solo, Stadion Madya Senayan Jakarta, dan Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya diputuskan menjadi host.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait